Announcement

BENCHMARKING KE MEDAN, BELAJAR MBKM DAN LAB

BENCHMARKING KE MEDAN, BELAJAR MBKM DAN LAB

Senin dan Selasa tanggal 06 s.d 07 Desember 2021 Perwakilan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Ampel Surabaya yang terdiri  dari Jurusan Pendidikan Islam (PI), Jurusan Pendidikan Dasar (PID), Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), kepala Lab FTK, dan perwakilan dosen FTK UINSA melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kota Medan. Tujuan utama kunjungan kerja adalah untuk menjalin kerjasama dengan penandatanganan MoA dan mempererat jalinan silaturahim antara lembaga pendidikan tinggi lintas dan antar serta inter kementerian yaitu Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Adapun perguruan tinggi yang dituju adalah Universitas Negeri Medan  (UNIMED) untuk belajar tentang Implementasi MBKM yang sudah berjalan sejak awal kebijakan Mas Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. Selain itu, rombongan FTK berkunjung ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dalam rangka belajar tentang implementasi Sekolah Laboratorium (Lab-School) dan “implementasi Wahdatul Ulum” yang menjadi landasan paradigma filosofis pendidikan dan nafas pola pendidikan di UIN Sumatera Utara.

Pada kunjungan kerja tersebut tim perwakilan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang di pimpin oleh Dr. Moh. Thohir, M.Ag dan Dr. Nadlir, M.Pd.I diterima dengan sangat antusias dan hangat oleh kedua dekan dari Perguruan Tinggi di Medan tersebut. Ketika di Universitas Negeri Medan khususnya di Fakultasi Ilmu Pendidikan disambut oleh bapak Dekan FIP yaitu Prof. Dr. Yusnadi, MS, dan jajarannya. Sedangkan di Universitas Islam Negeri Medan khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan disambut oleh bapak dekan FTK yaitu Dr. Mardianto, M.Pd.I berta bawahannya.

Hari pertama kunjungan kerja, pada Senin tanggal 06 Desember 2021 disambut oleh dekan dan seluruh civitas akademika di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, diantaranya Dekan, wakil dekan 1, wakil dekan 2, wakil dekan 3 yang ketiganya bergender wanita, kepala Lab. PGSD, Kepala Lab. PAUD, Ketua beserta Sekretaris Jurusan PGSD dan Ketua beserta sekretaris jurusan PAUD. Prof. Dr. Yusnadi, MS menjelaskan bahwa prodi PGSD merupakan prodi yang memiliki peminat terbanyak di UNIMED dan menjadi prodi terfavorit setelah jurusan kedokteran, sedangkan untuk Prodi Bimbingan Konseling menempati peminat urutan keempat.  Untuk Prodi PAUD berdiri sekitar tahun 2014/2015 dan prodi yang berdiri paling muda saat ini adalah Prodi Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Semua Prodi yang ada di FIP telah  terakreditasi A, dengan jumlah tenaga dosen sebanyak 110 orang dengan rincian yang berstatus ASN sebanyak 99 orang dan non ASN 11 orang yang berdasarkan SK Rektor UNIMED. Dari keseluruhan total tenaga pengajar 3% telah berijazah S3 (doktor), sedangkan sisanya dalam proses belajar menempuh S3, persiapan lanjut studi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jumlah tendik (tenaga kependidikan) sebanyak 27 orang dengan rincian 8 orang berstatus ASN dan 19 orang berstatus non ASN. Dijelaskan pula bahwa mahasiswa PGSD di FIP UNIMED ini mencapai hampir 7 (tujuh) kelas/rombel. dan FIP merupakan fakultas tertua di UNIMED. Harapan dan rencana dekan FIP untuk semester genap 2021/2022 akan dimulai tatap muka full tentunya setelah melalui hasil analisis dan kajian dari observasi lanjut dan monev satgas covid.

Keterangan dilanjutkan oleh Ketua Jurusan PGSD bahwa di wilayah Sumatera Utara ini terdapat 12 Prodi  PGSD, namun yang di UNIMED ini tetap mampu menduduki peringkat teratas peminat terfavorit, kentalnya promosi secara kultural dan psikologis melalui jalur keturunan sebagai penyumbang utama, disamping tentunya output lulusan yang benar-benar dirasakan sangan beda dan bernilai jual tinggi oleh stakeholder pengguna alumni. Hal yang sering dilakukan oleh Prodi PGSD untuk mempertahankan mutunya adalah rajin melakukan revisi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Saat ini dari program Kampus Merdeka yang paling banyak diminati mahasiswa adalah program kampus mengajar karena disamping materinya menarik bagi mahasiswa dana yang mensuportnya juga cukup fleksibel. Pada tahun 2020 prodi PGSD menangani sebanyak 20 rombel mahasiswa dan metode evaluasi pembelajaran telah menggunakan OBE (Outcome Based Education).

Untuk PAUD, diawali pada tahun 2003 dengan nama PGTK selanjutnya tahun 2008 berubah PG PAUD hingga sekarang. Tahun 2019 terdiri dari 3 rombel dan tahun  2020 hingga sekarang terdiri dari  5 rombel. Di prodi memiliki lab.dibawahnya ada sanggar anak bangsa. Lab PAUD digunakan untuk praktek mahasiswa dan dosen yang sudah di buat jadwal dan panduan. Pedoman praktek mengacu pada 6 aspek pengembagan dasar anak yang menjadi ciri khas dari prodi PAUD UNIMED.

Wakil  Dekan 1 menambahkan bahwa untuk kurikulum yang digunakan adalah  tahun 2016 menggunakan KKNI, tahun  2018 KKNI revisi dan tahun  2020 MBKM dengan segala keterbatasan, pada tahun  2021 juga menggunakan MBKM. Ada 6 tugas wajib yang harus dipenuhi mahasiswa FIP  yang merupakan distingsi dari ooutput FIP UNIMED yaitu setiap Matakuliah mahasiswa harus menyelesaikan tugas mini riset, artikel jurnal revieu, Rutin harian, book revieu, jurnal report, project berupa tugas mahasiswa membuat webinar diakhir tugas. Saat ini UNIMED telah melaksanakan KMP (Kampus Mengajar) jilid 3 dilakukan pada semester 4. Untuk program MBKM mahasiswa harus mengusulkan ke prodi selanjutnya dianalisis oleh prodi untuk  diproses mendapatkan rekomendasi dari fakultas. Sehingga prodi tetap dapat mengontrol keberadaan mahasiswa prodi dengan menyesuaiakan CP , analisis kebutuhan, dan profil lulusan terkait  konversi 20 sks d luar prodi. Ada  8 program MBKM dari pemeritah di UNIMED telah meluas menjadi 12 kegiatan. UNIMED lebih mengarahkan pada program Kampus Mengajar,tentunya dalam koordinasi dan  kontrol dari Dosen Pembimbing Akademik, Prodi, dan Fakultas. Pada diskusi lebih mendalam disampaikan perlu dilakukan sinkronisasi matakuliah dibawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga mahasiswa dapat mengambil matakuliah dibawah kedua lintas kementerian yang sesuai dengan profil dan minat. Mahasiswa banyak mendapat informasi secara bebas dari link dan web SPADA Kemendikbud tentang program-program MBKM. Merdeka belajar dilaksanakan secara seimbang dengan perguruan tinggi lain yang didahului penandatanganan MoU tingkat universitas/institusi. Teknik pemberian nilai dilakukan  50% dari dosen asal dan dosen yang dituju. Diantara isi MoU dalam  pasal-pasalnya  berisi keprodian. Ada 5 pola MBKM yang dilakukan UNIMED yang telah dicantumkan dalam body kurikulum. Untuk memperlancar proses pembelajaran, FIP UNIMED didukung laboratorium perpustakaan berbasis digital.

Selanjutnya, dari pihak FTK UIN Sunan Ampel yang diwakili oleh Ketua Jurusan Pendidikan Islam sekaligus ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Tarbyah dan Keguruan yaitu Dr. H. Moh. Thohir, M.Pd.I menjelaskan kondisi FTK yang sebelumnya diawali dengan dua bait pantun sebagai wujud penghormatan kepada kearifan lokal tanah melayu.

Sarapan pagi bersanding ketan

ketan dimakan dengan sambal

senang hati bisa berkunjung di Medan

dari surabaya kami berasal”

“Jalan ke pasar belil kaos

berbunga plastik tali rafia

kami datang memakai ulos

sebagai orang Medan tapi tak bermarga”

 

Setelah berpantun dan memperkenalkan seluruh tim perwakilan dari FTK UIN Sunan Ampel, beliau menyampaikan salam dari Dekan FTK UINSA dan permohonan maaf karena belum bisa ikut hadir dikarenakan dalam kondisi karantina setelah dating dari tugas dan kunjungan kerja ke Mesir yaitu di  Universitas Cannal Zues untuk menjalin kerjasama dan penandatangan MoU program Dual Degree Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

                Pada hari kedua, selasa tanggal 07 Desember 2021 tim perwakilan FTK melanjutkan kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pada awal kedatangan tim kami disambut dengan sangat meriah yang ditandai dengan penyajian tarian khas melayu “ tari sekapur sirih” sebagai penyambutan dan penghormatan  tamu. Selanjutnya kami diterima secara open house di hall rapat fakultas lantai 2 yang dihadiri seluruh pejabat fakultas mulai dari dekan dan jajarannya, ketua dan sekretaris prodi tingkat S1, S2, dan S3, dan para tendik.
Dalam kunjungan tersebut dekan FTK UIN Sumatera Utara menjelaskan bahwa  UIN Sumatera Utara berdiri sekitar tahun 1973 sebagai IAIN selanjutnya menjadi UIN pada tahun 2015. Terdapat 172 dosen dan 6982 orang mahasiswa s1, 300 orang mahasiswa s2, dan 78 orang mahasiswa s3. Jumlah kampus UIN Sumatera ada 4 kampus tersebar diwilayah Medan, untuk kampus 4 mendapatkan bantuan dari IDB dan digunakan untuk  fakultas umum. Kampus 5 masih dalam proses pembebasan lahan dekat bandara internasional kualanamu, kampus 6 berada di wilayah Brastagi tanah karo. Dijelaskan oleh dekan bapak Dr. Mardiyanto, M.Pd.I bahwa telah terjalin hubungan yang harmonis antara FTK UINSA dan UINSU bahkan ketika dalam FORDETAK kedua institusi ini selalu menyamakan langkah dan ide sepemikiran. Tak lupa dekan UINSU mengucapkan belasungkawa atas tragedi musibah semeru pada 04 Desember 2021. Selanjutnya ditambahkan paparan implementasi Lab-School dan “Wahdatul Ulum” sebagai landasan filosofis dari pembelajaran di UINSU.

                Dari pihak FTK UIN Sunan Ampel yang masih diwakili oleh Dr.H.Moh.Thohir, M.Pd. dengan membuka sambutan sambil berpantun yang sama ketika di UNIMED sebagai penghormatan atas sambutan yang meriah dan luarbiasa tersebut. Pada kesempatan tersebut Dr. H. Moh. Thohir menjelaskan pula tentang landasan filosofis keilmuan di UINSA yang terwujud dalam Integrated Twin Towers (ITT) dan program unggulan UINSA khususnya FTK,  dimana saat ini dekan FTK UINSA baru saja menandatangani MoU dual degree dengan Universitas Kanal Suez di Mesir. Ditambahkan pula keadaan dan status akreditasi prodi-prodi di FTK UINSA terkini.

DOKUMENTASI