News

PELAKSANAAN PBAK 2021 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

PELAKSANAAN PBAK 2021 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

 

KONTRA ANTAGONISME MELALUI DISTANCE PBAK

 

Jumat, 3 September 2021 menjadi momentum penting bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Ampel Surabaya untuk mengenalkan dirinya kepada mahasiswa baru tahun akademik 2021-2021. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kali ini dikemas dalam bentuk berjarak (distance). Pasalnya, pandemi covid 19 yang belum sepenuhnya punah di muka bumi ini menuntut kita untuk selalu waspada dan berhati-hati agar tidak terkena dampaknya. Sehingga PBAK dilakukan secara online (daring) demi menghindari kerumunan banyak orang supaya tidak saling tertular atau menularkan covid 19 yang mungkin saja terbawa oleh subjek PBAK.

Meskipun pelaksanaan PBAK dilakukan secara daring, namun hal itu tidak mengurangi kemeriahan dan keberkesanan acara tersebut bagi para pengisi dan peserta acara. Dimulai dari pukul 06.30 dengan menampilkan profil FTK, membuat pesan dan kesan tersendiri bagi mahasiswa baru, sehingga mereka terlihat aktif dalam menyimak putaran profil tersebut. Profil FTK memang menjadi media representatif tentang jati diri FTK bagi siapa saja yang menontonnya.

Setelah pemutaran profil FTK, pukul 07.15 dilanjutkan dengan materi tentang visi misi FTK. Materi ini langsung disampaikan oleh Dekan FTK, Prof. Dr. H. Ali Mas’ud, M.Ag, M.Pd.I. Dengan dipandu seorang moderator, Dr. Muhammad Fahmi, Dekan FTK menyampaikan visi FTK yang merupakan turunan dari visi UIN Sunan Ampel Surabaya. Visi FTK, juga UIN Sunan Ampel, dan prodi-prodi di bawahnya memiliki 3 kata kunci dalam visinya, yaitu: Unggul, Kompetitif, bertaraf internasional. Visi tersebut kemudian dijabarkan kedalam misi, tujuan, dan sasaran.

Pukul 07.45 dilanjutkan dengan pemaparan materi tata kelola FTK yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (Wakil Dekan 2), Prof. Dr. Hj. Jauharoti Alfin, M.Si. dalam paparannya, Wakil Dekan 2 menyatakan bahwa meski masa pandemi, pelayanan administrasi di FTK tetap berjalan seperti biasa. Artinya pandemi covid 19 tidak menjadi penghalang bagi pelayanan administrasi secara umum. Dengan kata lain, upaya pelayanan prima tetap dilakukan di FTK.

Setelah paparan tentang pelayanan administrasi umum, pukul 08.15 dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pembelajaran dan akademik di FTK. Materi ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan (Wakil Dekan 1), Prof. Dr. H. Ah. Zakki Fuad, M.Ag. Dalam paparannya, Wakil Dekan 1 menyatakan bahwa proses pembelajaran pada semester ini sinyalnya masih daring (online). Hal ini karena covid 19 –yang penularannya melalui kondisi tidak berjarak- masih menjadi wabah yang menakutkan. Meskipun proses pembelajaran dilakukan secara daring, namun hal itu tetap diupayakan tidak mengurangi kualitas akademik perkuliahan.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag. Pemaparan materi yang dimulai dari pukul 08.45 ini menyajikan tentang hal-hal yang perlu dipenuhi oleh mahasiswa selama kuliah di FTK. Hal tersebut antara lain berupa tuntutan menghafal Juz 30 sebelum lulus dari FTK. Setoran hafalan bisa dicicil atau sekaligus kepada dosen pembimbing akademik (dosen wali) yang sudah ditunjuk oleh pimpinan di tingkat prodi. Bukti yang dipakai bahwa mahasiswa sudah hafal adalah isian kartu hafalan yang sudah ditandatangani oleh dosen walinya.

Setelah itu, pukul 09.15 acara dilanjutkan dengan seminar tentang moderasi beragama dengan narasumber Dr. H. Muhammad Thohir, m.Pd. dan dimoderatori oleh Naylul Inayati, M.Si. Inti materi dalam seminar ini adalah pentingnya bersikap moderat dalam beragama (non ekstrimis, non radikalis, non antagonis). Sikap moderat harus dimiliki oleh keluarga besar FTK UIN Sunan Ampel, termasuk para mahasiswa baru.

Pukul 09.45 dilanjutkan dengan acara penyampaian materi tentang laboratorium FTK oleh Ketua Laboratorium (Kalab) FTK, Dr. Taufiq, M.Pd.I. Dalam paparannya, Kalab menyatakan bahwa mahasiswa FTK pada semester tertentu harus mengikuti program PLP/PMPI (Pengenalan Lapangan Persekolahan/Praktik Manajemen Pendidikan Islam). Sesi yang didampingi oleh Khoirotul Ummah, M.Si ini diakhiri pada pukul 10.15.

Pada pukul 10.15 acara PBAK FTK di-breakout ke 8 prodi yang ada di FTK: Pendidikan Agama Islam (H. Moh. Faizin, M.Pd.I); Manajemen Pendidikan Islam (Hj. Nikmatus Sholihah, M.Pd.I); Pendidikan Bahasa Arab (Dr. Muflihah, MA); Pendidikan Bahasa Inggris (Dr. Siti Asmiyah, M.Tesol); Pendidikan Matematika (Dr. Sutini, M.Si); Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Dr. Sihabuddin, M.Pd.I, M.Pd.); Pendidikan Anak Usia Dini (Dr. Hj.Mukhoyyaroh, M.Pd.); Pendidikan IPA (Dr. Nur Wahidah, M.Si). Para kaprodi menyampaikan visi misi prodi masing-masing dan sistem pelayanan di prodi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan istirahat, shalat Jumat, dan dimulai kembali pada pukul 13.00 yang di-handle oleh Dewan Mahasiswa FTK sampai pukul 14.30. Setelah itu dilanjutkan pemaparan materi tentang Sistem Informasi Akademik (SINAU) yang dikomandani oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD). Paparan materi tentang SINAU ini menjadi materi terakhir PBAK pada hari Jum’at, 3 September 2021.

Pelaksanaan PBAK yang bersifat online ini menjadikan para peserta (mahasiswa baru) dan panitia tidak berkerumun. Sehingga relative dapat menghindarkan diri dari terkena penularan covid 19 dari jalur kerumunan dengan banyak orang. Di samping itu, keuntungan dari PBAK berjarak (distance) ini dapat menghindarkan diri dari gesekan antar pelaku PBAK yang cenderung bersikap antagonis, terutama dari panitia tingkat mahasiswa kepada peserta. Meskipun sikap antagonis tersebut biasanya dilakukan untuk menempa mental mahasiswa baru, tetapi kesannya tetap kurang enak untuk dipandang. Dengan demikian, distance PBAK (online) dapat menjadi strategi melawan (kontra) antagonis yang lazim terjadi pada PBAK Luring.[mf]