UINSA Column

TUGAS SPI DALAM MENGAWAL PENGADAAN BARANG DAN JASA 2019

TUGAS SPI DALAM MENGAWAL PENGADAAN BARANG DAN JASA 2019

Sesuai dengan KMA NO 25 tahun 2018 secara khusus tentang SPI, yang memiliki nomenklatur kepanjangan Satuan Pengawasan Internal, yang sebelumnya ortaker UINSA pada PMA no 8 tahun 2014 pasal 98 SPI (Satuan Pemeriksa Intern).Selanjutnya terjadi perubahan Nomenklatur dari Pemeriksa menjadi Pengawasan pada PMA no 56 tahun 2015 .  Setahun kemudian terbit PMA no 52 tahun 2016 tentang perubahan atas peraturan menteri agama nomor 56 tahun 2015 tentang statuta Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya juga menyebutkan Satuan Pengawasan Internal. Pada PMA tersebut no 52 tahun 2016 pasal 1 menyebutkan Satuan Pengawas Internal adalah unsur Pengawas yang menjalankan fungsi pengawasan nonakademik untuk dan atas nama Pemimpin Perguruan Tinggi. Sehingga orientasi SPI tidak hanya menjadi satuan pemeriksa (pemeriksaan di terakhir), tetapi lebih ke pengawasan mulai dari pengawalan dalam perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi.

SPI pada KMA NO 25 tahun 2018 pada pasal 5 dalam  pelaksanaan tugas dan fungsi SPI yang tercantum dalam Piagam SPI, yang ditetapkan oleh Pemimpin PTKN. Salah satu lingkup pengawasan adalah pengawasan pengadaan barang dan jasa. Pengawasan pengadaan barang dan jasa sendiri sudah dilakukan tahun 2014, satu tahun setelah SPI UIN Sunan Ampel berdiri.

Kegiatan SPI UIN Sunan Ampel Surabaya pada pengawalan pengadaan barang dan jasa tahun 2019 yang dilakukan antara lain :

* Kegiatan monev SPJ pengadaan barjas. Dokumen yang masuk terdapat 233 SPJ dengan kriteria: Dokumen lengkap tidak ada catatan ; Dokumen dengan catatan dan sudah diperbaiki; Dokumen dengan catatan dan blm diperbaiki. Dari pengawalan monev SPJ didapatkan temuan sebesar Rp. 204.456.468,– . Temuan tersebut akibat kelebihan volume, maupun kewajaran harga satuan.

* Kegiatan pengawalan preventive diantaranya klaim pekerjaan pengurugan kampus 2 tahun 2018 ; klaim pekerjaan bariergate 2017. Yang ditelusuri ternyata klaim tersebut tidak berdasar dan digagalkan sebesar Rp.573.000.000,-

* Kegiatan pendampingan TLHP Audit Ekternal (BPK) atas temuan pembangunan Febi tahap 2 sebesar 567 juta yang pada awalnya kontraktor tidak mengakui dan tidak membayar. Akan tetapi berdasarkan data dan fakta, pelaksana akhirnya mengakui dan telah membayar pada tahap 1 Rp 319.000.000,-

* Kegiatan probity audit pekerjaan Perpus Lanjutan yaitu dalam rangka pengecekan kepatutan dan kewajaran pembayaran termin ditemukan kelebihan volume pada pekerjaan batu andesit, kolom, slof dan dinding sebesar Rp. 480.000.000,- sehingga anggaran tersebut dapat mengoptimalisasi pekerjaan perpus. Pekerjaan perpus lanjutan yang tadinya tidak bisa berfungsi, alhmdulillah bisa dioptimalisasi dan berfungsi.

* Kegiatan pendampingan investigasi kanopi kelas di fakultas tarbiyah yang runtuh. SPI mengundang 2 kontraktor untuk dimintai klarifikasi sebab akibat terjadinya. Dan akhirnya ditemukan kesalahan pengerjaan pada salahsatu kontraktor dan bersedia menangung biaya kerusakan motor serta penggantian pengembalian bangunan sebesar Rp.55.000.000,-

Kegiatan SPI dalam pengawalan pengadaan barang dan jasa 2019, alhamdulillah mengefisienkan anggaran negara, total sebesar  Rp.1.631.456.468,- (Satu milyar enam ratus tigapuluh satu juta empat ratus limapuluh enam ribu empat ratus enam puluh enam rupiah). Pendampingan pengadaan barang dan jasa oleh SPI tahun 2019 ini memiliki efisiensi besar dikarenakan pelibatan SPI dalam verifikasi kontak oleh PPK sehingga lebih ditekankan pada preventif.  Serta suport dari Bagian Umum, Bagian Keuangan yang selalu berkoordinasi dalam pengawalan pengadaan barang dan jasa tahun 2019 serta seluruh masyarakat civitas UINSA (FJR).