News

Partisipasi Dosen UINSA Mengikuti Program EMI : “Langkah Awal Menuju Pengadaan International Class"

Partisipasi Dosen UINSA Mengikuti Program EMI : “Langkah Awal Menuju Pengadaan International Class"

Bertempat di Gedung IV Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, 4 dosen sebagai delegasi UINSA mengikuti Program Master Training English as Medium of Instruction (EMI). EMI Pathfinder Program merupakan salah satu Program Pengembangan Perguruan Tinggi di Indonesia yang didanai oleh British Council. Pada tahun ini, Universitas Indonesia terpilih menjadi host dalam pelaksanaan program EMI.

 

Program pelatihan EMI ini dikembangkan oleh University of Sheffield ELTC, UK dan ditawarkan ke beberapa Universitas di Indonesia untuk Continuing Professional Development dan internasionalisasi institusi. Program yang dimulai sejak April 2022 hingga Januari 2023 ini dilaksanakan secara online dan offline. Peserta yang mengikuti program ini mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahasa Inggris secara efektif diberbagai situasi dan konteks di universitas meliputi perkuliahan, tutorial dan memberikan penilaian baik secara lisan maupun tertulis. Mereka juga akan memiliki ketrampilan dan kepercayaan diri mengajar menggukan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Setelah mengikuti EMI Program, peserta diharapkan mampu mendesain program pengembangan EMI dan mendesiminasikan pengetahuan dan ketrampilan yang mereka dapatkan di institusi mereka dalam Training of Trainer (TOT). Program ini tentu saja sangat mendukung akselarasi internasionalisasi UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang siap menerima mahasiswa internasional.

 

Untuk mendukung akselarasi terserbut, 4 dosen UINSA yang mengikuti EMI Pathfinder Program terdiri dari tiga dosen Bahasa Inggris dan satu dosen non Bahasa Inggris. Komposisi ini karena memang tujuan dari EMI adalah mengajarkan content knowledge dalam Bahasa Inggris. Dengan demikian diharapkan kolaborasi antara dosen Bahasa Inggris dan dosen non Bahasa Inggris dapat menghasilkan sebuah desain pembelajaran yang bukan saja dapat memfasilitasi perolehan pengetahuan dan keterampilan disiplin ilmu tapi juga keterampilan mendesiminasikan ilmu tersebut dalam Bahasa Inggris. Keempat delegasi ini dilatih secara intensive tentang penggunaan Bahasa Inggris dalam pembelajaran di konteks universitas dan pengajaran mata kuliah content menggunakan Bahasa Inggris. Pada tanggal 18 – 22 Juli, mereka mengikuti Master Training di Universitas Indonesia, Depok. Secara langsung mereka bisa berinteraksi dengan fasilitator dari University of Sheffield dan perwakilan dosen dari 22 universitas di Indonesia. Pada kesempatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang English Medium Instruction tetapi mereka juga berkesempatan sharing ideas tentang prioriatas program internasional di institusi masing-masing.

 

Setalah mengikuti pelatihan offline di Universitas Indonesia, masih ada 2 modul lagi yang harus diikuti oleh peserta secara daring yaitu tentang mendesain modul EMI dan international programs. Bagian yang tidak kalah penting yang menjadi tanggung jawab peserta pelatihan yang secara keseluruhan akan berakhir pada Januari 2023 ini adalah mendeseminasikan apa yang sudah mereka peroleh dari  pelatihan kepada para dosen di lingkungan kerjanya bagaimana menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa instruksional pada prodi-prodi non Bahasa Inggris. Secara khusus Director of Education and Society, British Council Indonesia, berharap peserta mampu mengembangkan dan mengimplementasikan EMI di univsersitas masing-masing untuk internasionalisasi institusi. Mari terus berkarya demi kemajuan bersama.

 

Semoga dengan keikutsertaan dan peran aktif perwakilan uinsa di ajang EMI ini, langkah cepat UINSA menuju pengadaan kelas internasional sebagai bagian dari akselerasi menuju World Class University terwujud.