News

Konsulat jenderal Australia untuk Surabaya mengunjungi Rektor UINSA

Konsulat jenderal Australia untuk Surabaya mengunjungi Rektor UINSA

Revitalisasi kemitraan menuju kolaborasi untuk dunia lebih harmonis dan masyarakat berdaya

UINSA, 29-7-2022

Australia is always in our heart

Di atas adalah salah satu kutipan yang menjadi statemen kunci dari pertemuan Rektor UINSA dengan Konsulat jenderal Australian untuk Surabaya.

Hari Jumat, 29 Juli 2022, merupakan hari yang menandai penguatan hubungan Australia dengan UIN Sunan Ampel Surabaya. Ibu Fiona Hoggart, konsulat jenderal Australia untuk Surabaya, mengadakan kunjungan resmi ke Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Pertemuan ini dihadiri juga oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan,  Kepala International office, dan ibu Regina selaku pendamping ibu Konjen.

Dalam pertemuan yang penting dan strategis ini, diskusi berlangsung dengan cair, hangat dan intens. Bapak Rektor menekankan beberapa poin penting diantaranya adalah kedekatan yang kuat antara Australia dengan UIN Sunan Ampel Surabaya yang ditandai dengan banyaknya jumlah dosen yang menjadi pejabat di lingkungan UINSA yang mengenyam pendidikan di Australia baik di strata magister maupun doktoral. Bahkan, karena jumlah yang cukup banyak dan juga pengaruh yang kuat, muncullah istilah yang menjadi gurauan banyak pihak yaitu istilah ‘Australian mafia’. Istilah ini merujuk pada keluarga besar alumni berbagai perguruan tinggi di Australia yang telah berkiprah dan turut berkontribusi mewarnai arah dan gerak kampus selama ini. Bapak Rektor yang menyelesaikan pendidikan magister dan doktoral di Australia jelas merupakan contoh pamungkas. Lebih dari tujuh tahun hidupnya dihabiskan di benua kangguru itu; putra putri-pun juga merupakan ‘australian born’ (kelahiran Australia). Banyak pembelajaran yang telah di dapatkan para alumni Australia dari pengalaman pendidikan mereka selama di sana; lessons learned yang sedikit banyak turut berkontribusi pada warna dan arah pendidikan yang ada di salah satu kampus keislaman tertua di Indonesia ini.  

Hal inilah yang kemudian menjadi reasoning dari rektor kepada Ibu Konjen atas urgensi penguatan kemitraan dan kolaborasi antara Australia dan UINSA. Lebih lanjut, posisi strategis kampus merupakan acuan dan rujukan bagi masyarakat muslim Jawa Timur dan bahkan luar Jawa Timur dalam aspek pendidikan dan sosial keagamaan. Hal ini patut digarisbawahi terutama jika kolaborasi ditujukan untuk optimalisasi dampak yang lebih luas. Pengalaman kerjasama dengan Australia dalam project LAPIS, proyek berdurasi 7 tahun yang menyasar penguatan manajemen dan kapasitas madrasah, merupakan kisah sukses yang sangat disayangkan jika tidak dilanjutkan. Lebih lanjut, Bapak Rektor juga menekankan beberapa distingsi UINSA diantaranya adalah UCE, university-community engagement (kemitraan kampus dan masyarakat). Penjelasan beliau tentang berbagai pendekatan termasuk ABCD yang menekankan pentingnya mendorong masyarakat menyadari aset mereka dan menjadi agen perubahan mandiri tampak sangat mengesankan bu Fiona.

Secara umum, Ibu konjen sangat terkesan dengan paparan Bapak Rektor yang secara detil memetakan aset dan nilai strategis UINSA. Beberapa peluang kerjasama yang dibicarakan diantaranya pendirian Australian corner, student exchange (pertukaran pelajar), visiting lecturers (dosen tamu), dan riset kolaboratif. Aspek penguatan Bahasa, penguatan harmoni keberagaman dan UCE merupakan beberapa diantara tema besar yang diyakini urgent dan potential untuk digarap bersama; from Australian mafia in UINSA for the better world.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak, dan juga karya monumental rektor yaitu buku berjudul ‘eduspiring, sekolah inspirasi, hidup berprestasi’. “I share many stories related to my experiences, studying and living in Australia in this book”, tegas Pak rektor. Ibu Konjen pun tidak lupa meminta tandatangan beliau selaku author, salah satu tradisi pengahargaan terhadap penulis yang sangat umum dan mengakar di Australia (yang syukurlah juga sudah mulai banyak hidup di Indonesia). “Ini baru merupakan pertemuan awal, akan ada pertemuan lanjutan yang membahas secara lebih detil” janji bu Konjen. Rektor pun menekankan urgensi kolaborasi ini mengingat kedekatan erat antar keduanya secara historis dan geografis.

Pada akhirnya, pertemuan yang menandai penguatan hubungan Australia-UINSA ini tentu diharapkan menjadi cikal bakal kemitraan dan kolaborasi yang membawa UINSA makin jaya dan bermanfaat bagi umat dan bangsa. Semoga.

(NN)