News

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGENALAN BUDAYA AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (PBAK) UNTUK MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGENALAN BUDAYA AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (PBAK) UNTUK MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN

SURABAYA - Sejak Kamis (02/09) sampai dengan Jumat (03/09) telah berlangsung kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Ampel Surabaya secara online yang dipandu oleh 10 panitia dari masing-masing fakultas. 

Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dilaksanakan selama 2 hari. Pada hari pertama, PBAK dilaksanakan pada tingkat universitas dan hari kedua kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dilaksanakan pada tingkat fakultas yang diikuti sebanyak 175 mahasiswa baru dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan. 

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ini adalah kegiatan tahunan dalam rangka menyambut mahasiswa baru UIN Sunan Ampel Surabaya. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa baru lebih mengenal budaya UINSA terutama di FPK (Fakultas Psikologi dan Kesehatan) terutama sistem akademiknya dan paling tidak mengenal dosen dan dekanat yang ada di UINSA sehingga mereka tahu siapa yang dihubungi ketika ada kendala terutama dalam keadaan pandemi yang pembelajarannya dilakukan secara daring." terang Khanza selaku ketua pelaksanaan PBAK Fakultas Psikologi dan Kesehatan. 

Pada hari pertama, kegiatan PBAK Universitas dihadiri oleh Yaqutcholil Qoumas (Menteri agama RI), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. (Wakil Gubernur Jawa Timur), dan Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H. (Kapolda Jawa Timur). Lalu, pada hari kedua, kegiatan PBAK Fakultas dihadiri oleh Ibu Dekan, Para Wadek, Ketua Jurusan, Kaprodi, PUSTIPD, dan para Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Psikologi dan Kesehatan untuk menyampaikan beberapa materi dan memberi wawasan baru seputar Fakultas Psikologi dan Kesehatan serta sistem pembelajaran terutama proses belajar-mengajar secara daring atau online. 

Di sela-sela kegiatan, para panitia juga melakukan ice breaking sejenak untuk menggugah kembali semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan yang dimulai pukul 06:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB. 

Kegiatan PBAK mengundang banyak antusiasme termasuk dari para panitia yang bertugas, "Perasaanku terlibat dalam kepanitiaan PBAK ini sangat beruntung dan senang karena selain mendapatkan pengalaman baru, di sini juga belajar hal-hal yang mungkin belom tentu kita temui di bangku kelas perkuliahan, misalnya cara berkomunikasi dengan tim, mengkoordinir sesuatu, atau bahkan problem solving yang baik. Meski ada sedikit kendala dan rasa lelah, tetapi tidak membuat kami patah semangat" kata Arina selaku mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan tahun 2020 yang bertugas sebagai sie acara. 

Selain dari pihak panitia, para mahasiswa baru tahun 2021 juga sangat antusias dan merasakan kebermanfaatan yang dapat diambil dari kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). "Aku senang karena bisa melihat teman satu persatu walaupun masih virtual.  Mulai dari pembukaan, materi-materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan penting untuk pengetahuan kita dan untuk kedepannya. Rangkaian acara yang saya ikuti ternyata asik juga karena sangat menarik dan saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Kakak pembinanya juga baik banget dan seru. Harapanku semoga segera offline supaya bisa ketemu teman-teman dan kakak-kakak." Ungkap Jessica selaku peserta kegiatan PBAK.

Pada akhir kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) diumumkan pemenang dari short video competition dengan tema “Moderasi Beragama” yang digelar oleh UIN Sunan Ampel Surabaya. 2 juara terbaik diraih oleh mahasiswa baru Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Juara 1 dimenangkan oleh I’Fatuzulaikhah dengan judul “PLURAL(IS)ME”. Video tersebut menceritakan dua anak muda yang berbeda keyakinan, tetapi mereka dapat hidup berdampingan. Juara 3 dimenangkan oleh Maulidya Nur Dwi Kusuma dengan Ahmad Zagi Mahendra sebagai actor yang berperan dalam vidio yang berjudul “Jum’at Berkah” yang bertujuan menunjukkan adanya perbedaan justru membuat kita dapat saling tolong menolong dan toleransi. Masing-masing pemenang mendapatkan sertifikat penghargaan dari Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya serta uang pembinaan sebesar Rp750.000,-