News

Mengenang 7 Hari Kepergian Alm. Bapak Dul Halim

Mengenang 7 Hari Kepergian Alm. Bapak Dul Halim

Senin, 6 September 2021, Keluarga besar perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar doa dan tahlil bersama hari ke-7 untuk almarhum Bapak Dul Halim. Kegiatan doa dan tahlil bersama ini rutin digelar hingga hari ke-7 sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum. Kegiatan ini digelar dengan rangkaian acara sebagai berikut:

  • Pembukaan oleh MC Bapak Fatikul Himami, M.E.I.

  • Pembacaan Surat Yasiin oleh Bapak Upik Khoirul Abidin, M.Pd.I.

  • Pembacaan tahlil oleh Bapak Dr. Sirajul Arifin, S.S., M.E.I.

  • Pembacaan doa oleh Bapak Dr. H.M. Yunus Abu Bakar, M.Ag.

Setelah sesi pembacaan doa berakhir, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemberian kesan-kesan oleh rekan almarhum. Pada hari ke-7 ini diwakili oleh Bapak Dr. Muhammad Mansyur, M.M. (pustakawan madya) selaku rekan kerja di perpustakaan. Bapak Mansyur menceritakan bagaimana pengalamannya selama mengenal almarhum. Bagaimana tingkah laku almarhum tidak pernah menyakiti hati dan selalu bekerja secara ikhlas dan maksimal. Beliau bukanlah orang yang banyak bicara, namun ketika diajak bicara/diskusi beliau adalah pribadi yang sangat menyenangkan.

Semasa hidupnya, almarhum Bapak Dul Halim telah mendedikasikan hidupnya di UIN Sunan Ampel Surabaya, dimana beliau telah bertugas di beberapa unit di UIN Sunan Ampel Surabaya, diantaranya yaitu di Fakultas Syariah dan Hukum, Kopertais dan 2 tahun terakhir beliau bertugas di perpustakaan.

Memasuki sesi terakhir, bapak Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D.  selaku rektor mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti doa dan tahlil bersama ini. Bapak Masdar bercerita bahwa almarhum adalah orang biasa yang memiliki kualitas kepribadian yang menjadikan almarhum sebagai orang yang luar biasa. Banyak orang yang merasa kehilangan almarhum, hal ini membuktikan bahwa insyaAllah beliau adalah orang yang meninggalkan jejak kebajikannya lebih panjang dari usianya. Lebih lanjut Bapak Masdar berharap bahwa kita semua mampu meneladani sikap baik beliau dan rutin untuk mengirim doa. Beliau juga berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan, agar tetap kuat dan tetap tabah. Karena tanggung jawab bagi orang yang masih hidup yaitu melanjutkan kebaikan yang telah dilakukan oleh almarhum.