News

EKSTERNAL BENCHMARKING LPM UINSA #4: LESSON LEARNT TATA KELOLA ASESMEN LAPANGAN APT & APS

EKSTERNAL BENCHMARKING LPM UINSA #4: LESSON LEARNT TATA KELOLA ASESMEN LAPANGAN APT & APS

LPM Update, Kamis (25/02/2021); Satu hal yang ditunggu dengan dag-dig-dug debaran jantung para pejuang borang akreditasi adalah Asesmen Lapangan (AL). Asesmen Lapangan merupakan satu tahapan akreditasi, ketika para asesor BAN-PT mengklarifikasi butir-butir instrumen kepada tim akreditasi Perguruan Tinggi (PT) atau Program Studi (PS). Dalam rangka memperkaya wawasan AL, LPM UINSA bersama forum LPM PTKIN melaksanakan External Benchmarking Lesson Learnt Tata Kelola Asesmen Lapangan ke IAIN Bukittinggi dan IAIN Tulungagung.

Pada kegiatan yang digelar Kamis, 4 Maret 2021 ini, Ketua LPM IAIN Bukittinggi, Dr. Linda Yarni, S.Ag., M.Si. membagikan pengalamannya terkait strategi menghadapi AL daring. Apa yang harus disiapkan dalam menghadapi Asesmen Lapangan Akreditasi 9 Kriteria? “Ada tiga hal penting yang harus disiapkan, yakni sebelum AL, saat AL, dan setelah AL,” jelas Linda Yarni.

Persiapan AL dimulai saat jadwal AL sudah ditentukan oleh BANPT. PT/PS melakukan rapat koordinasi dengan seluruh tim akreditasi. Dalam rapat koordinasi tersebut, ditetapkan job description, memastikan kesiapan dokumen yang dibutuhkan, dan menunjuk PIC. Selanjutnya seluruh tim akreditasi bekerja sesuai jobdes, PIC berkomunikasi dengan asesor BAN-PT, update data Tahun Sekarang (TS), mengunggah semua data dukung, menyiapkan pihak terlibat, menyiapkan surat undangan AL, menyiapkan ruangan AL, melakukan simulasi, menyiapkan plan B (genset), memastikan jadwal AL ke asesor, serta menyiapkan juknis AL.

Ketua LPM IAIN Bukttinggi menambahkan bahwa saat hari H Asesmen Lapangan, maka akan diawali dengan sesi pembukaan AL Daring, penandatanganan surat pernyataan, dan pelaksanaan AL. Pelaksanaan AL hari perdana meliputi sesi konfirmasi dengan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), konfirmasi data excel, sesi dengan pelaksana penjaminan mutu, dan sesi dengan tim akreditasi.

Kegiatan AL hari kedua adalah sesi tanya jawab asesor dengan dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, kepala perpustakaan, dan stakeholder terkait. Setelah sesi tanya jawab berakhir, asesor kerja mandiri, pembacaan berita acara AL oleh tim akreditasi, penandatanganan berita acara, dan penyerahan berita acara AL. dan yang terakhir adalah sesi Penutupan AL dilakukan oleh Asesor BAN-PT, semua tim akreditasi, pimpinan dan undangan.   

Lantas, setelah AL berakhir, apa yang dilakukan oleh tim akreditasi PT/PS? “Ada tiga hal yang harus dilakukan, yakni pertama, membaca berita acara dengan teliti. Kedua, melengkapi bukti-bukti yang diminta asesor. Dan ketiga, mengirim kembali berbagai dokumen yang diminta kepada asesor” ujar Linda Yarni.

Dr. Moh. Arif, M.Pd dari LPM IAIN Tulungagung juga menambahkan bahwa ada beberapa hal urgent di akhir kegiatan AL, yakni PT/PS mengisi feedback hasil AL Daring, melakukan konfirmasi hasil perbaikan oleh asesor, serta tanda tangan hasil AL dan rekomendasi hasil AL. “Selain data antara LKPS dan LED harus sinkron, hal yang harus diperhatikan dari proses AL adalah pastikan bahwa jaringan internet stabil. Karena asesmen dilakukan secara daring, secara otomatis pula asesor melihat kemampuan sarana prasarana dan IT PT/PS yang bersangkutan”, imbuh Moh. Arif di penghujung acara External Benchmarking #4 Ngopi Jamu (Ngobrol Pintar Penjaminan Mutu) Forum LPM PTKIN Se Indonesia.  Acara ditutup oleh moderator Indrawati, M.Pd. dari LPM UIN Palembang. Dengan berbagi pengalaman seperti ini, diharapkan UPPS dan Prodi semakin siap dalam menghadapi proses Asesmen Lapangan Akreditasi 9 Kriteria secara Daring. (likhur-LPM)