News

SMART CLASS, INISIASI FISIP MENDUKUNG UIN SUNAN AMPEL MENJADI WORLD CLASS UNIVERSITY

SMART CLASS, INISIASI FISIP MENDUKUNG UIN SUNAN AMPEL MENJADI WORLD CLASS UNIVERSITY

Semangat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia untuk menjadi bagian dari aktor global dalam satu dekade terakhir menunjukkan trend pertumbuhan yang sangat luar biasa. Hal tersebut ditunjukkan dengan beragam ikhtiar dan upaya memperoleh pengakuan (rekognisi) sebagai world class university. Bahkan beberapa  PTKI secara terbuka menyatakan diri sebagai kampus yang memiliki cita-cita besar sebagai kampus kelas dunia yang bisa menjadi rujukan bagi para scholar kelas dunia. Salah satu PTKI terbaik di Indonesia yang mengusung cita-cita besar tersebut adalah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Menyadari hal tersebut, maka FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bagian dari kampus yang berpusat di jalan Ahmad Yani Surabaya ini mencoba menginisiasi langkah-langkah awal untuk menterjemahkan visi UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai kampus yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional. Dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, FISIP UIN Sunan Ampel memulainya dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia yang familiar dengan smart class. Karenanya, webinar bertemakan “Dari Prestasi Menuju Rekognisi Global: International and Smart Class” yang diselenggarakan ini menjadi sangat penting untuk meneguhkan spirit dan menyiapkan semua civitas akademika FISIP UIN Sunan Ampel  menjadi bagian dari aktor yang mendapatkan pengakuan global.

Dalam opening speech yang disampaikan oleh Dekan FISIP UIN Sunan Ampel, Prof. Akh. Muzakki mengaskan bahwa, “Smart class bukan lagi sebuah isapan jempol, bahkan smart class sudah menjadi bagian dari nafas FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya dengan dibangunnya kampus 2 yang antara lain diperuntukkan bagi FISIP”. Sehingga ketika semua sarana sudah siap, Sumber Daya Manusia yang akan memanfaatkan sarana itu harus siap mengoperasikannya. Apalagi sekarang kita sedang berupaya untuk menyiapkan International Class, tegasnya. Dalam konteks inilah webinar yang diselenggarakan dengan menghadirkan dua pakar, yaitu Dr. Gumawang Jati, MA, seorang pakar digitalisasi pendidikan dari Institut Teknologi Bandung, dan Dr. Slamet Rosyadi, MA., dosen FISIP Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto ini menemukan signifikansinya.

Untuk bisa mendapatkan pengakuan global maka setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi, termasuk FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, yaitu, joint  international research, joint international publication, joint International conference dan student/lecture mobility. Poin-pon tersebut disampaikan oleh Dr. Slamet Rosyadi. Dengan melalui step-step itu, maka akan lebih mudah bagi sebuah lembaga untuk mengupayakan dibukanya kelas-kelas internasional. Sebab para pengajarnya sudah mendapatkan pengakuan dalam pergaulan akademik internasional. Menyelenggarakan kelas internasional akan memudahkan akses bagi mahasiswa untuk (merasakan) dan berkesempatan merasakan atmosfer akademik dan dukungan infrastruktur yang berbeda. Bahkan jika ada program double degree mahasiswa bisa meraih gelar ganda, dari Perguruan Tinggi sendiri dan Perguruan Tinggi Mitra. Manfaat lainnya adalah mahasiswa mendapatkan perspektif yang kaya dan mendalam dalam memahami tema kuliah dan belajar ilmu lainnya. Serta terbukanya kesempatan bagi mahasiswa maupun dosen untuk dapat menambah mitra baik dalam proses pembelajaran, riset  dan publikasi serta  peluang kerja di luar negeri. Itulah antara lain yang dikemukakan oleh Dr. Slamet Rosyadi.

Melengkapi semangat para civitas kademika FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya untuk berupaya meretas jalan rekognisi global, maka Dr. Gumawang Jati melengkapinya dengan menggugah kesadaran bagi tenaga pengajar bagaimana agar pendidikan dan penyelenggaraan pembelajaran dilakukan secara inovatif dengan memanfaatkan technology tools yang mudah sekali diakses, memudahkan, dan bahkan gratis.

Technology tools ini kadang-kadang dipandang sebelah mata oleh banyak orang, namun sebenarnya memiliki nilai yang sangat powerfull, demikian ungkap Pak Gumawang, panggilan akrab Dr. Gumawang Jati. Dari sekian banyak tools yang tersedia, Pak Gumawang hanya bisa memperkenalkan setidaknya empat tools yaitu, Zoom, Wakelet, Tricider, Answergarden, Padlet dan Canva. Bahkan peserta webinar diajak untuk berinteraksi dan mencoba bagaimana serunya menggunakan masing-masing tools. Pengenalan tools ini sebenarnya untuk melengkapi model dan jenis pembelajaran yang dikenal dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Smart class bagaimanapun adalah alat dan fasilitas, sehingga bagaimana agar alat dan fasilitas tersebut bisa hidup dan berfungsi maksimal maka tergantung pada pengajar yang memanfaatkannya. Karena harus dipahami bahwa fasilitas-fasilitas tersebut awalnya diciptakan bukan untuk pembelajaran, melainkan untuk games. Bahkan dirancang untuk training di perusahaan. Karena itu pengajar di Perguruan tinggi yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut dituntut memiliki kemampuan pedagogis yang baik. Sehingga fasilitas tersebut benar-benar bermanfaat dalam proses pembelajaran dalam konteks smart class yang diciptakan.

Tipe pembelajaran di Perguruan Tinggi yang bisa dipikirkan untuk diintegrasikan dengan fasilitas atau tools tersebut adalah acquisition, inquiry, discussion, practice, collaboration, dan production. Tipe-tipe ini sebanrnya diadaptasi dari model pembelajaran yang banyak dikembangkan di United Kingdom, kata Pak Gumawang. Karenanya integrasi dengan Learning Management System menjadi keharusan karena kita di Pendidikan Tinggi bukan company sebab perlu ada interaksi. Sehingga pembelajaran yang memanfaatkan teknologi penting untuk memberi kemudahan. Hal yang mendasar dan paling penting diperhatikan menurut Pak Gumawang adalah, memudahkan dan tidak merepotkan mahasiswa. Maka melalui tools tersebut, kita menghindari log in atau sign in yang seringkali menyusahkan, pungkasnya.

Webinar kali ini mendapat respon yang sangat luar biasa dari para dosen FISIP. Banyak hal-hal baru yang diperoleh, terutama dalam pemanfaatan fasilitas teknologi yang mendukung smart class yang menjadi nafas bagi FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya. Antusiasme peserta dibayar lunas dengan presentasi dan materi yang luar biasa dari kedua narasumber yang merupakan pakar sekaligus praktisi pendidikan tinggi yang sangat berpengalaman. Pada saatnya nanti FISIP akan menjadi pelopor bagi terwujudnya UIN Sunan Ampel menjadi kampus kelas dunia yang siap berkompetisi dalam persaingan global. Semoga. (ZI)