Agenda

Peningkatan Kompetensi Penelitian Prodi Ilmu Ekonomi 2021

Peningkatan Kompetensi Penelitian Prodi Ilmu Ekonomi 2021

“Strategi Kepenulisan Pada Keilmuan Ekonomi Kontemporer: Tips dan Trik Menemukan Masalah Penelitian Di Tempat Magang” 

Negara Indonesia memiliki dasar hukum yang terdiri dari Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila serta sumber hukum yang lain. Segala sumber hukum juga pemangku kepentingan (stakeholders) sejak zaman sejarah hingga masa kontemporer terus menjaga kemurnian dan pengembangan aspek kehidupan yang diperlukan seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Khusus dalam bidang pendidikan, urgensi pendidikan dalam unsur kehidupan sangatlah penting. Sejumlah tokoh besar sejarah negeri seperti Ir. Soekarno, Drs. Muh, Hatta, Muh. Yamin, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asyari, hingga Panglima Jenderal besar Soedirman berlatar belakang seorang pendidik atau guru. Namun sekalipun secara umum dikenal sebagai pahlawan yang memiliki kepakaran dalam bidang birokrasi, perdagangan, dakwah hingga strategi peperangan. Beliau-beliau tetaplah seorang pendidik yang memiliki jiwa pemimpin, sekaligus di waktu yang sama mereka juga merupakan pemimpin yang juga memiliki jiwa pendidik/akademisi. Atas dasar itulah nilai motivasi dan jiwa seorang akademisi juga pasti memiliki jiwa pemimpin.

Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan di berbagai aspek, mulai dari sumber daya infrastruktur, sumber daya insani, hingga sumber daya literasi. Jenis pendidikan umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal seperti sekolah, perguruan tinggi dan madrasah/pondok pesantren yang mengajarkan ilmu pengetahuan alam, sosial dan agama. Sedangkan pendidikan informal yaitu ajaran orang tua seperti bersikap sopan, menjaga etika, dan bersikap jujur. Pendidikan itu pula yang menjadi salah satu variabel vital dalam mendukung tinggi rendahnya indeks pembangunan manusia atau human development index (HDI). Besaran IPM Indonesia yang dirilis oleh BPS pada tahun 2018 hingga tahun 2019 rata-rata sebesar 72 persen dengan rentang nilai terendah sebesar 60,84 persen yaitu propinsi Papua dan tertinggi sebesar 80,76 persen yaitu propinsi DKI Jakarta. Nilai IPM ini tergolong cukup tinggi. Namun perlu terus upaya edukasi dan literasi yang dilakukan di berbagai jenjang sekolah hingga perguruan tinggi untuk meningkatkan nilai IPM secara berkala. Sedangkan untuk menjaga tradisi pengembangan literasi tersebut perlu dilakukan program yang berbasis publikasi dan menghasilkan sebuah karya, dalam bentuk karya tulis ilmiah. Lebih lanjut, hal itu bertujuan untuk melatih kemampuan menulis, public speaking, serta menghasilkan karya ilmiah lain yang relevan.

Karya ilmiah dalam dunia perguruan tinggi khususnya, menjadi penting untuk wujud salah satu bukti kinerja seorang mahasiswa. Terlebih dalam proses belajar seorang mahasiswa juga diharuskan untuk berinteraksi sosial sehingga dapat mengkaji dan membantu memberikan alternatif solusi atas masalah yang muncul di tengah masyarakat, misalnya bentuk magang, kuliah kerja nyata, on the job training (OJT) dan metode lain yang relevan. Sehingga kemampuan menangkap masalah, mengkajinya, serta penyusunan usulan saran solutif berupa karya tulis ilmiah menjadi penting dan wajib dimiliki oleh seorang akademisi, dan khususnya dalam hal ini adalah mahasiswa.

Berkenaan dengan ulasan yang disampaikan pada bagian sebelumnya, maka perlu adanya diskursus secara khusus berbentuk webinar dan pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan stimulan kepada siapapun, baik mahasiswa, instansi penyedia data, akademisi maupun pihak lainnya yang berkepentingan. Sesuai dengan tema kegiatan ini, konsep dan target peserta kegiatan, perlu dikaji lebih rinci dengan sub tema ‘tips dan trik menemukan masalah penelitian di tempat magang