UINSA Column

FDK UIN Sunan Ampel Jalin Kerjasama dengan FDK UIN Walisongo

FDK UIN Sunan Ampel Jalin Kerjasama dengan FDK UIN Walisongo

Bertempat di Ruang Sidang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FDK UINSA) Surabaya menandatangani MoU dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo, Senin (7/6). Penandatanganan dilakukan oleh para dekan di kedua instansi, yaitu Abdul Halim dan Ilyas Supena.

Kedua fakultas menjalin kerjasama dalam rangka mengoptimalkan prinsip kemitraan yang saling memberikan manfaat. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan tercipta peningkatan kualitas kelembagaan dan SDM, baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa.

Ruang lingkup nota kesepahaman ini beragam. “MoU meliputi kerjasama dalam bidang sodio-religio multikultural dan lokalitas, pertukaran hasil penelitian dan publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, hingga pertukaran dosen,” terang Abdul Halim, Dekan FDK UINSA.

Penandatanganan MoU berbarengan dengan studi banding oleh FDK UIN Walisongo ke FDK UINSA. Rombongan berjumlah 18 orang, datang di kampus UIN Sunan Ampel mulai pukul 10.00 WIB. Di antara rombongan, hadir Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Ketua Gugus Kendali Mutu, dan para dosen.

Studi banding ini memiliki tiga fokus, yaitu: kurikulum prodi Ilmu Komunikasi, kurikulim prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta pengelolaan prodi dan laboratorium dakwah. “Kami ingin belajar pada FDK UIN Sunan Ampel bagaimana bisa menjadikan Ilmu Komunikasi dan KPI duduk bersama,” tutur Ilyas Supena, Dekan FDK UIN Walisongo yang berencana melahirkan program studi Ilmu Komunikasi dalam waktu dekat.

Choirul Arif, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FDK UINSA, menjelaskan histori singkat tentang berdirinya Prodi Ilmu Komunikasi. Arif menerangkan bahwa Ilmu Komunikasi perlu memiliki perbedaan yang signifikan dengan Komunikasi dan Penyiaran Islam KPI. 

“Ilmu Komunikasi di sini larinya ke kreatif media. Hal ini untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tim kreator yang tinggi di zaman sekarang,” jelas pria yang dulunya menjadi Kaprodi Ilmu Komunikasi tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan KPI yang lebih fokus pada jurnalistik dan public speaking.

Setelah berbagi cerita dan pengalaman, rombongan Fasdakom UIN Walisongo bertolak ke Semarang. FDK UINSA berharap pertemuan ini tidak berhenti di sini. Semoga kerjasama yang telah dituangkan dalam MoU di atas dapat segera diimplementasikan dalam karya dan program yang cemerlang.