News

Webinar Sistim Infomasi Manajemen Kelembagaan Islam, MD UINSA

Webinar Sistim Infomasi Manajemen Kelembagaan Islam, MD UINSA

Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya pada hari ini Rabu, 11 Agustus 2021. Menyelenggarakan webinar tentang “Pengembangan Kompetensi Sistim Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Pelayanan Kelembagaan Islam”. Latar belakang tema webinar ini menurut Dr.Arif Ainur Rofiq,S.Sos.I.,S.Pd.,M.Pd.,Kons. (Kaprodi Manajemen Dakwah) UINSA bahwa dimana era digital 4.0, mengakibatkan semakin meningkatnya implementasi Teknologi Informasi di operasional bisnis, tidak hanya bagi bisnis konvensional pada umunya, namun juga pada dunia kelembagaan Islam. tehnologi informasi dan komunikasi merupakan suatu keniscayaan untuk mempermudah penyelenggaraan dan pelayanan sekaligus meningkatkan mutu lembaga. Tehnologi informasi dan komunikasi dimaksud dalam bentuk sebuah sistem yang menggunakan perangkat tehnologi informasi dan kemunikasi yang memungkinkan semua stakeholder dapat melakukan perannya masing-masing dengan mudah dan cepat yang secara umum disebut sistem informasi manajemen. Sistem informasi manajemen dalam dunia kelembagaan Islam, misalnya Yayasan Sosial Islam, BAZNAS, Pendidikan Pondok Pesantren, adalah suatu kebutuhan. Hal ini, didasari atas fakta bahwa masyarakat sekarang ini membutuhkan dan menuntut pelayanan yang berkualitas. Salah satu solusi yang dapat diberikan adalah tersedianya instrumen dan infrastruktur tehnologi yang memungkinkan  diselenggarakan dengan baik dan bermutu dalam bentuk sistem informasi manajemen kelembagaan Islam. Acara yang dimulai Pukul 08.15 WIB, dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kurikulum Dr. Moch. Choirul Arief, M.Fil.I, dilanjutkan sambutan oleh ketua Perkumpulan Ahli dan Dosen Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI) Drs.H. Cecep Castrawijaya,MA. dan Kaprodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Hadir sebagai pemateri Pertama, Agus Budi Raharjo, S.Kom., M.Kom., Ph.D. ( Dosen Teknik Informatika ITS) menyampaikan tentang Isu-isu implementasi Sistim Informasi Manajemen pada kelembagaan baik di Negara- Negara berkembang maupun di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa “untuk pengimplementasian system informasi manajemen, tidak harus kita mempunyai skill pemrograman, kita bisa memanfaatkan tools yang telah tersedia, baik yang berbayar maupun gratis”. Pemateri kedua, Bambang Heri Latief, SE. ( Direktur Eksekutif Yayasan Nurul Hayat Surabaya ) menyampaikan tentang Implementasi Sistim Informasi Manajemen pada Lembaga Yayasan Sosial Nurul Hayat, dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa “dalam pemanfaatn system informasi manajemen di Nurul Hayat terbukti sangat membantu proses manajerial yang ada”. Pemateri ke tiga, Dra. Imas Maesaroh, Dip.IM-Lib., Ph.D.  ( Kepala Pusat Sistem Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Sunan    Ampel Surabaya  ) ini, menyampaikan tentang implementasi Sistim Informasi Manajemen pada Lembaga Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, dalam webinar tersebut beliau menyampaikan bahwa “untuk menghadapi era revolusi teknologi 5.0, mau tidak mau, suka tidak suka, setiap lembaga haruslah memiliki kompetensi dalam literasi informasi dan literasi teknologi informasi”.

Webinar yang bertepatan dengan hari libur nasional, Tahun Baru Islam 1443 H. ini, diikuti oleh  240 orang peserta, terdiri dari Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah UINSA, Mahasiswa UIN,IAIN, PTS dari seluruh Nusantara, Dosen PAMDI, Widyaiswara, Dosen yang tergabung dalam Asosisasi Dosen Pendidikan Anti Korupsi Indonesia, dan Alumni ToT Lemhannas RI.  Kita perlu belajar dari pengalaman negara-negara berkembang dalam upaya mengimplentasikan sistem informasi menajemen pendidikan di negaranya masing-masing. Belajar dari pengalaman penerapan SIM di lemabaga Yayasan Sosial Islam Nurul Hayat yang sangat luar biasa sudah menerapkan dengan menjamin akuntabilitas kinerja dan data donaturnya. Selanjutnya kata Dr. Moch.Choirul Arief, M.Fil.I dalam sambutannya mengharapkan peserta khususnya mahasiswa prodi manajemen dakwah UINSA dapat mengimplementasikan sistem informasi manajemen (SIM) pada kelembagaan  Islam yang dikelolanya nanti saat dia sudah terjun di dunia kerja, dan pasti kelak mahasiswa akan mengingat akan meteri yang telah diterima dari para narasumber hari ini (pungkasnya).