News

Dosen FDK UINSA Raih “Outstanding Delegate Award” dari Harvard

Dosen FDK UINSA Raih “Outstanding Delegate Award” dari Harvard
Salah seorang dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FDK UINSA) Surabaya, Fikry Zahria Emeraldien, menerima penghargaan dari Harvard College. Penghargaan tersebut diraihnya saat mengikuti acara bertajuk Harvard Innovation Challenge Southeast Asia (HIC SEA) pada 35-35 Juli 2021 lalu. “Selamat untuk Bu Fikry yang baru saja mendapatkan award dari event bergengsi berskala internasional. Semoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lainya,” ujar Dekan FDK UINSA, Dr. H. Abdul Halim, M.Ag. HIC SEA merupakan konferensi internasional yang menyatukan ratusan pemuda dari berbagai belahan dunia, mulai Indonesia, Singapura, Filipina, Lebanon, hingga Uni Emirat Arab. Event tahunan ini diselenggarakan oleh Harvard Global Education Movement. HIC SEA tahun 2021 memiliki tema well-being and equity dan urbanization and industrialization. Para peserta diwajibkan untuk mengirim proposal yang berisi solusi atas masalah nyata yang terjadi di sebuah daerah atau negara tertentu sebelum mendaftar acara. Mereka juga diminta memilih satu di antara dua tema yang ditawarkan dalam konferensi. Fikry memilih well-being and equity. Dalam proposalnya, dosen program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam itu membahas permasalahan belajar daring yang terjadi di Sidoarjo. Permasalahan ini dikaitkan dengan tema well-being and equity yang dia pilih. Salah satu solusi yang dia tuliskan adalah bekerjasama dengan relawan pengajar yang tergabung dalam aliansi relawan di Sidoarjo. “Pendidikan mungkin tidak berhubungan langsung dengan kesejahteraan. Tetapi, jika pendidikannya buruk, suatu daerah terancam kemiskinan. Menurut Hyun Hwa Son, kemiskinan merupakan tanda rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat,” terang perempuan kelahiran Lamongan tersebut. Fikry dan delegasi lainnya dikumpulkan ke dalam kelompok-kelompok kecil yang berisi sekitar empat orang. Mereka berdiskusi untuk memecahkan solusi dari permasalahan yang bersifat lebih global. Di akhir konferensi, mereka harus mempresentasikannya di depan juri. Pada sesi diskusi, Fikry dipertemukan dengan pelajar dari Singapura dan Filipina. Mereka menghasilkan sepaket solusi yang diberi nama “Education for All”. Meski kelompok tersebut tidak menjadi juara, Fikry berhasil mendapatkan penghargaan sebagai outstanding delegate. Para panitia mengucapkan selamat kepada Fikry dan para pemenang award yang lain. “Thank you all for coming and I would love to see all of you again at our future HIC SEA conferences! Wishing you all the best! Stay safe and stay healthy!” ujar Maika Higashi, Business Operations Manager The Global Citizen Education Group, dalam salam perpisahannya. (fry)