News

Seminar Peningkatan Kompetensi Mahasiswa "Speak Up Moderate Islam for the Youth Generation in the Digital Era"

Seminar Peningkatan Kompetensi Mahasiswa "Speak Up Moderate Islam for the Youth Generation in the Digital Era"

FUF UINSA- Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan seminar peningkatan kompetensi mahasiswa dengan tema Speak Up Moderate Islam for the Youth Generation in the Digital Era.

Acara yang diselenggarakan secara daring via Zoom Meeting pada hari Rabu 23 Juni 2021 pukul 07:30-11:00 WIB.Acara yang diikuti 307 peserta dari berbagai kalangan mulai akademisi sampai masyarakat umum dengan dua narasumber Husein Ja’far al Hadar seorang penulis dan content creator dan Hasnan Bachtiar seorang akademisi dan DewanRedaksi Ibtimes.id. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Kunawi Basyir, M.Ag. mengapresiasi dan menyambut baik seminar ini.

“Mahasiswa sangat perlu melihat, mendengarkan, dan menyimak fenomena-fenomena yang terjadi pada masa kekinian karena hal ini sangat membantu mahasiswa dalam menyikapi literasi yang berkembang secara cepat di media sosial. Sedang di bangku kuliah selama ini hanya sekedar mendengarkan, mencermati teori-teori klasik atau wacana-wacana yang acapkali dianggap usai, sehingga acara yang dikemas dalam webinar dengan thema tersebut kiranya penting untuk diikuti dan disimak, ungkap Dr. H. Kunawi Basyir, M.Ag.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya berharap pada semua mahasiswa FUF penting untuk mengetahui problem kekinian yang bersifat kontekstual yang kemudian didialogkan dengan pengetahuan-pengetahuan atau teori-teori yang selama ini didapatkan di bangku kuliah sehingga akan menumbuhkan dan memunculkan problem atau kegelisahan akademik baru yang selanjutnya dijadikan tema-tema penelitian sebagai ciri khas Thi Dharma Perguruan Tinggi yang unggul dan Kompetitif bertaraf Internasional.

Husein Ja’far al Hadar salah satu pembicara dalam seminar tersebut menjelaskan pentingnya menjaga moderasi melalui media sosial. Menurutnya bahwa: “Tantangan moderasi beragama dan moderasi bernegara itu ada pada dua aspek, karena perpecahan kita sebagai sebagai umat Islam dan sebagai masyarakat Indonesia itu utamanya akan menjadi terancam di depan mata kalau imajinasi kita terganggu tentang ke-Indonesiaan dan keagamaan kita. Ketika orang sudah tidak lagi menganggap sesama orang Indonesia itu saudara atau seasama Muslim itu adalah saudara, maka perpecahan itu akan di depan mata, moderasi itu akan hilang. Karena itu, menjaga moderasiadalah menjaga imajinasi kita tentang moderasi. Bagaimana menjaganya? yaitu melalui media sosial” Tegas Habib Husein.

Hasnan Bachtiar narasumber ke dua juga menambahkan bahwa salah satu faktor seseorang menjadi intoleran dan radikal barangkali karena proses belajar yang keliru dan akses internetnya bersumber dari google sehingga apa saja bisa diambil tanpa ada interaksi secara aktif.(la)