Berita

Empat filosofi pohon kelapa disampaikan pada Yudisium ke-35 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun Akademik 2023/2024 di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis, 25 April 2024. Yudisium kali ini diikuti sebanyak 138 calon lulusan mahasiswa yang terdiri dari 46 mahasiswa prodi akuntansi, 34 mahasiswa prodi ekonomi syariah, 36 mahasiswa ilmu ekonomi, 14 mahasiswa prodi manajemen, dan 8 mahasiswa prodi manajemen zakat dan wakaf.

Yudisium dibuka oleh Dekan dan dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan oleh wakil dekan bidang administrasi, umum, perencanaan dan keuangan, Dr. Siti Musfiqoh, M.E.I. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Sirajul Arifin, S.Ag., S.S., M.E.I., menyampaikan empat makna filosofi dari pohon kelapa. Pertama, segalanya (seluruh bagian-bagian pohon kelapa) bermanfaat bagi manusia, hal ini menyiratkan bahwa lulusan FEBI haruslah dapat bermanfaat bagi siapapun. Kedua, pohon kelapa bisa hidup dimanapun, hal ini menunjukkan bahwa dimanapun para lulusan berada, jika mampu (beradaptasi) di masyarakat maka akan sukses.

Filosofi yang ketiga, pohon kelapa berkarakter mandiri, hal ini mengindikasikan bahwa para lulusan harus selalu berdikari. “Jangan bergantung pada orang lain, namun perkuat diri dengan ilmu yang sudah kalian dapatkan selama kuliah” ungkap Sirajul. Keempat, pohon kelapa tidak pernah mengganggu yang lainnya, tidak menjadi parasit, tidak menjadi oportunis. “Jika empat filosofi pohon kelapa melekat pada diri alumnus, maka akan sukses, insyaAllah“, ucap Sirajul.

Yudisium terbaik tingkat fakultas diraih oleh Ega Ayu Ovian Setya Janua Putri, dengan nilai IPK 3,82 dari Prodi Ilmu Ekonomi. Dalam sambutan pesan dan kesan yang disampaikan, Ega menceritakan kilas kisah awal perjalanan kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya. Kisahnya yang diawali dengan keinginan untuk menjadi guru hingga ditolak sebanyak 6 (enam) kali oleh perguruan tinggi favorit pilihannya. Sampai akhirnya di tengah asa yang semakin menurun, kedua orang tuanya menyarankan untuk kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, hingga diterima.

Ega selalu mengingat apa yang dipesankan oleh orang tuanya supaya bisa terus bangkit, “Jangan malu menjadi ikan kecil di tengah samudera, namun tetap jalani bagaimana proses demi proses yang dilalui agar ikan kecil dapat menjadi ikan besar yang dapat mengarungi luasnya samudera yang ada“, ucap Ega. Pernyataan Ega tersebut disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari peserta yudisium ke 35. Lanjut, “Kuliah itu tidak hanya tentang mengejar sebuah gelar saja, namun untuk mengubah diri, pola pikir, dan memberikan bakti kepada kedua orang tua yang telah berinvestasi kepada anaknya“, imbuh Ega. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan sesi dokumentasi dengan program studi. [mij]

Adapun daftar peserta yudisium terbaik di level program studi

Prodi Akuntansi:

  1. Nurul Hasanah M. Zach, nilai IPK 3.78
  2. Rosa Amelia, nilai IPK 3.76
  3. Pramesty Dhea Novita, nilai IPK 3.74

Prodi Ekonomi Syariah:

  1. Feni Febrianti, nilai IPK 3.80
  2. M. Ikhwan Razzak Harahap, nilai IPK 3.79
  3. Indria Maharani, nilai IPK 3.79

Prodi Ilmu Ekonomi:

  1. Ega Ayu Ovian Setya Janua Putri, nilai IPK 3.82
  2. Indri Ratnasari, nilai IPK 3.80
  3. Moh. Firdaus Faiz Al’ula, nilai IPK 3.80

Prodi Manajemen:

  1. Feby Fesilisa, nilai IPK 3.76
  2. Wafiqotuz Zahroh, nilai IPK 3.75
  3. Mohammad Mahrus Zaky, nilai IPK 3.75

Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf:

  1. Nur Almaida, nilai IPK 3,71
  2. Latifa’tul Layla, nilai IPK 3.70
  3. Hudy Arofi, nilai IPK 3.67