Victor Al Badi’u Ratib (Dirjen Mahkamah Agung)

Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Tahun 2014

Kuliah di UINSA adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup. Mungkin banyak yang tidak menjawab UINSA ketika ditanya mengenai kampus impiannya, begitupun dengan saya. Tetapi ketika saya menjalani kuliah di Fakultas Syariah dan Hukum UINSA saya menemukan kultur keilmuan yang luar biasa. Ilmu Umum dan Ilmu Agama saling berkolaborasi dan berkait kelindan membentuk daya nalar yang kritis dan khas namun tetap ditopang dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Inilah visi yang seleras dengan keberadaan twin tower sebagai tonggak pondasi reformasi UINSA. Bersama para kaum intelektual dan ulama menjadikan pengalaman kuliah di UINSA menjadi salah satu bekal utama dalam menjalani kehidupan pasca kuliah

Ahmad Zulal Abu Ma’in (Angkatan Laut-Tentara Nasional Indonesia)

Mahasiswa Hukum Tata Negara Tahun 2014

Keberkahan kampus UINSA itulah yang banyak saya rasakan dalam berbagai kehidupan. Secara perhitungan manusia, saya tidak akan masuk sebagai perhitungan TNI. Berat badan awal ketika seleksi adalah 44 kg, tinggi 163 cm, gigi depan patah sebagian, bahkan baru belajar berenang H-2 tes nasional. Pun ketika tes nasional lupa gerakan kaki dan tangan saat berenang, walhasil hanya sampai 15 meter. Tapi kemudian Allah malah menakdirkan saya masuk menjadi Perwira Khusus Rohaniawan TNI. Itulah yang saya yakini, keberkahan dari para guru, para dosen, meskipun hanya menjadi tukang olah gelas kopi.

Moh. Bagus (Dosen-Fakultas Syariah dan Hukum)

Mahasiswa Hukum Pidana Islam Tahun 2014

Sebagai pilihan terakhir tentu bukan kampus Idaman. Sejalan dengan bergulirnya waktu ternyata banyak hal yang diperoleh di kampus pluralisme ini. Tepatnya di Fakultas Syariah dan Hukum, banyak komunitas intelektual dan budaya akademik yang baik. Dosen-dosen yang kaya akan pengalaman serta professional meningkatkan daya juang mahasiswa untuk berkrasi. Alhamdulillah saat ini diberikan waktu untuk mengabdikan di kampus ini, di Fakultas tercinta Syariah dan Hukum-UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Akhmad Fandik (Cakim-Pengadilan Agama Masamba)

Mahasiswa Hukum Tata Negara Tahun 2015

Masuk UIN Sunan Ampel Surabaya bukan sebagai mahasiswa yang tercukupi, apalagi kaya. Sebagai mahasiswa dengan penghasilan yang cukup, Alhamdulillah terfasilitasi dengan Beasiswa Bidikmisi. Tentu bukan suatu yang patut dibanggakan tanpa adanya effort yang lebih. Fasilitas yang cukup, budaya akademik yang baik serta sarana organisasi mahasiswa yang seirama mengantarkan saya pada posisi seperti saat ini. Alhamdulillah, hidup seakan tidak tercermin, layaknya air yang mengalir. Ikuti kehendak mu, jangan lupa restu orang tua mu.