UINSA Column

Tips Singkat Personal Branding di Media Sosial

Tips Singkat Personal Branding di Media Sosial

Apa itu Personal Branding ?

Meningkatnya peranan teknologi di ranah interaksi sosial membuat hubungan dengan orang lain semakin praktis dan bervariasi dalam pengekspresiannya. Ya, hal ini merupakan implementasi dari media sosial. Media sosial selain digunakan untuk berinteraksi dan memberi kabar semata, dapat kita gunakan untuk personal branding. Apa itu personal branding? Personal branding, seperti frasanya dapat diartikan sebagai pemasaran diri atau "menjual diri". Tentu saja hal yang dijual merupakan hal yang bermanfaat dan memberikan value pada masyarakat. Bisa berupa kemampuan membuat sesuatu, kemampuan mengorganisir sesuatu, kemampuan mengoperasikan sesuatu, atau yang lainnya. Contoh konkretnya adalah sebuah bidang dalam dunia pekerjaan atau keahlian seperti, web developer, event organizer, copywriter, designer, editor, atau yang lainnya. Setelah kita tahu bahwa kita memiliki sesuatu yang dapat memberikan value kepada masyarakat, kita dapat membrandingkannya, memasarkannya, mengeksposnya, atau pengertian sejenis (personal branding).

Nah, setelah tahu garis besar mengenai personal branding sekarang kita akan membahas bagaimana cara melakukan personal branding di media sosial. Ini merupakan langkah awal untuk membangun portofolio dan jenjang karir yang ingin kalian pilih dan media sosial merupakan tempat yang paling mudah dijangkau siapapun.

Bagaimana cara melakukan Personal Branding di Media Sosial ?

Pertama, kita harus genuine. Harus sesuai dengan apa yang kita promise. Sesuaikan dengan insight (siapa yang mengikuti kita, siapa yang mendengarkan kita). Jangan sampai apa yang kita bahas tidak sesuai dengan harapan audiens. Jadi, penting  untuk mengetahui karakteristik audiens.

Tampilkan apa yang natural. Seperti apa dirimu? Itu yang kau tunjukkan di dalam personal branding. Mungkin personal branding adalah bukan membuat kita terkenal dengan ketentuan tertentu. Tapi, dengan membrandingkan (value) apa yang ada di dalam diri sendiri. Tunjukkan apa yang ada dengan kualitas yang anda tingkatkan sendiri. Sehingga sangat penting promise yang ingin ditampilkan itu harus sesuai dengan pembuktiannya (proof).

Apa saja tips yang baik untuk memulai Personal Branding di Media Sosial ?

Orang lain hanya akan melihat apa yang ditampilkan itu sesuai dengan apa yang dibicarakan ketika interview. Karakteristik yang sesuai bisa dilacak melalui media sosial. Sosmed juga termasuk ranah penilaian seseorang terhadap anda. Jadi tunjukkan apa yang mencerminkan anda di media sosial. Tentunya dalam hal positif. Kita perlu melihat media sosial setidaknya apa yang kita tampilkan di publik itu tidak merusak reputasi kita di manapun (di perusahaan, karyawan, konsumen, atau yang lain). Karena bisa jadi setiap orang yang anda temui itu melakukan stalking terhadap anda. Apa tips yang baik untuk memulai personal branding di media sosial?

  1. Mencari beberapa referensi misal di youtube. Seperti apa sih personal branding dari sisi brand?
  2. Mencari buku personal branding. Misalnya, "Lo ngerti siapa gue?" atau "Promote your self". Referensi itu banyak sekali, yang penting cari dulu referensinya.
  3. Setelah kita tahu pakar dan tips nya, cari platform media sosial mana yang disukai. Tampilkan sesuatu di media sosial anda sesuai dengan pekerjaan anda (fotografer, editor, web-developer, data analys, voice over, data science).
  4. Tentukan konten pilar (panduan, acuan, apa saja yang ingin kamu bagikan). Misalnya kamu seorang bisnis owner. Bisnis owner itu seperti apa si dari sisi kamu? Pastikan dulu pilarnya. Kalo kamu suka travelling, maka pembahasan juga mengenai travelling. Konten pilar menjadi guide untuk personal branding di media sosial.
  5. Tentukan referensi dari konten pilar anda.
  6. Konsisten dengan konten pilar yang anda buat. Karena jika tiba2 satu tahun ke depan anda berubah menjadi penulis misalnya (yang asalnya dari traveller) maka audiens kamu yang melihat kamu travelling akan hilang (sesuatu yang kamu bangun akan hilang dan sia-sia).
  7. Jujur dengan audiens. Karena media sosial adalah ranah umum. Tutupilah kekurangan anda dengan kelebihan anda. Karena kalau anda "open" semua tentang diri anda, itu tidak baik. Don't open too much in social media. Jangan buka semua di media sosial. Jangan keluarkan aib di media sosial. Ketika anda sudah membangun personal branding jangan sampai itu semua runtuh karena hal-hal yang pernah di sebutkan di awal tadi (too much in social media, terlalu banyak mengumbar semua di media sosial, mengekspos aib di media sosial, atau perubahan passion branding secara tiba-tiba)

Jangan lupa bahwa semua itu memiliki proses. Personal branding pun demikian. Anda tidak bisa mendapatkan audiens secara natural dalam waktu singkat. Anda tidak bisa membangun kemistri secara praktis. Semuanya dilakukan secara natural dan membutuhkan waktu. Jadi, saran saya jangan menunggu untuk membangun personal branding anda. Lakukan sekarang juga, dengan apa yang ingin anda lakukan di masa depan. Seiring dengan anda membangun personal branding anda. Anda bisa mengembangkan diri anda. Tentu saja, anda harus konsisten. Nikmatilah prosesnya:)