UINSA Column

Tabayyun Distingsi Akuntansi Syari'ah

Tabayyun Distingsi Akuntansi Syari'ah

Kegiatan studi banding dalam rangka mendapatkan kejelasan distingsi program studi Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya dan program studi Akuntansi Syari’ah UIN Tulungagung dilaksanakan selama 1 (satu) hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Tulungagung pada Senin, 13 September 2021. Kegiatan ini di fasilitasi oleh Bapak Komarudin Huda selaku ketua program studi akuntansi syari’ah dan Bapak Mashudi selaku narasumber sekaligus wakil dekan 1 FEBI UIN Tulungagung. 

Kegiatan dibuka oleh sekretaris program studi akuntansi syari’ah UIN Tulungagung yang dilanjutkan dengan sharing kurikulum oleh Bapak Komarudin Huda, menjelaskan pemetaan konsentrasi pada sebaran matakuliah di program studi akuntansi syari’ah UIN Tulungagung. Adapun konsentrasi yang terbagi menjadi audit syariah, perpajakan, dan akuntansi sektor publik. Audit syariah berfokus pada audit internal, audit forensik dan investigasi, audit entitas syariah, dan praktik audit. Sementara konsentrasi perpajakan dan akuntansi sektor publik lebih kepada matakuliah akuntansi secara umum diantaranya, manajemen keuangan publik, EDP audit sektor publik, praktik akuntansi keuangan publik, akuntansi pajak, pajak internasional, praktik pajak pribadi dan badan, dan pemeriksaan pajak. Dari beberapa pemaparan sebaran matakuliah yang ada di program studi akuntansi syari’ah UIN Tulungagung, konsentrasi audit syariah menjadi fokus pembahasan pembedaan distingsi dengan program studi akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Program studi Akuntansi Syari’ah UIN Tulungagung menggunakan penciri syariah dengan mengimplementasikan kepada entitas syariah, seperti audit tersebut dilakukan pada lembaga keuangan syariah, maupun lembaga non keuangan syariah. Sementara program studi akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya menggunakan penciri syariah dengan menekankan karakteristik syariah/Islami untuk perilaku akuntansi setiap mahasiswa. Tidak hanya sebatas pada obyek (entitas) saja penerapan syariahnya melainkan internalisasi karakteristik syariah sebagai bekal aktualisasi akuntan, auditor, dan konsultan di tempat kerja. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan penciri program studi akuntansi syari’ah Tulungagung dengan program studi akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Oleh : Mochammad Ilyas Junjunan