UINSA Column

SNAKES AND LADDERS GAME FOR POSTPARTUM MOTHER: PERMAINAN KOMUNIKATIF DAN AFEKTIF UNTUK MENGURANGI TINGKAT STRES PADA IBU POSTPARTUM DI ERA PANDEMI COVID-19

SNAKES AND LADDERS GAME FOR POSTPARTUM MOTHER: PERMAINAN KOMUNIKATIF DAN AFEKTIF UNTUK MENGURANGI TINGKAT STRES PADA IBU POSTPARTUM DI ERA PANDEMI COVID-19

Sejak bulan Desember 2019, kita sudah dihadapkan pada kenyataan yang sangat menyedihkan, jutaan nyawa melayang diakibatkan persebaran infeksi SARS-CoV 2 yang semakin tidak terkendali. Indonesia sendiri terkonfirmasi terpapar covid-19 pada awal tahun 2020. Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perubahan yang terjadi pada sektor kehidupan. Diantaranya sektor perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Sejak virus ini masuk ke Indonesia, pemerintah telah membuat beragam kebijakan sebagai upaya menangani sektor-sektor yang terdampak virus Covid-19. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah yakni sektor kesehatan. Namun, berbagai kebijakan dan solusi penanganan tersebut juga belum sepenuhnya mampu membawa penyedia layanan kesehatan siap dalam menangani pandemi Covid-19.
Dampak morbiditas dan sosial ekonomi yang substansial telah mengharuskan semua negara di berbagai belahan bumi untuk merancang langkah-langkah strategis, efektif, dan efisien, termasuk penguncian nasional, penutupan perbatasan, hingga penerapan social distancing. Dampak tersebut juga akan mempengaruhi dari berbagai bidang serta masalah kesehatan mental bagi masyarakat, salah satunya pada kesehatan mental ibu postpastrum. Pandemi dapat menambah tekanan terutama pada ibu nifas karena menimbulkan ketakutan akan persalinan atau kesulitan dalam kunjungan rumah sakit, stres merawat bayi baru lahir tanpa bantuan, serta khawatir akan menularkan virus kepada bayi dan isolasi sosial.
Gangguan Psikologis yang Terjadi pada Ibu Postpartum. Sebagian calon ibu menganggap bahwa kehamilan sebagai proses yang membahagiakan dan berdampak positif dalam kehidupannya. Akan tetapi, ada sebagian calon ibu lainnya beranggapan bahwa kehamilan dan persalinan menjadi salah satu tahap transisi dalam kehidupan yang menegangkan. Kondisi stress seringkali dialami oleh sebagian besar calon ibu yang baru pertama kali melahirkan. Dua faktor utama yang memengaruhi tingkat stress pada ibu pospartum yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain, fluktuasi hormonal, faktor psikologis dan kepribadian, adanya riwayat depresi sebelumnya, riwayat kehamilan dan persalinan dengan komplikasi, persalinan section caesarea, kesulitan menyusui, dan minimnya pengetahuan ibu akan perawatan bayi, sedangkan faktor eksternal meliputi dukungan sosial, kondisi dan kualitas bayi, serta status mental suami (Henshaw, 2003).
Salah satu gangguan psikologis yang seringkali dialami oleh ibu nifas yaitu postpartum blues. Postpastrum blues atau yang biasa dikenal dengan Baby Blues Syndrome merupakan gangguan psikologis yang dimiliki oleh ibu setelah melahirkan dengan gejala sedih, mudah menangis, mudah cemas, sensitif, labil, merasa kurang mampu dalam merawat bayi, merasa dirinya memiliki kesalahan, tidur yang terganggu, dan ibu merasa tidak enak makan. Umumnya, hal ini terjadi pada dua minggu setelah melahirkan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Suphardiyan (2020) di wilayah kerja Puskesmas Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun menunjukkan bahwa sebanyak 21 orang (32,8%) ibu mengalami postpartum blues pada masa pandemi Covid-19.
Setiap ibu memiliki reaksi emosional yang berbeda-beda dalam menghadapi kehamilan, persalinan, dan nifas. Depresi postpartum (PPD) merupakan gangguan psikologis yang serius yang dialami 10%-20% ibu dan sebagian besar terjadi dalam tiga bulan setelah melahirkan. PPD merupakan faktor penyebab 20% kematian ibu dalam perjalanan setelah melahirkan. Dan kejadian PPD selama pandemi Covid-19 mencapai 28,3% (Purnamawati and Ariasih, 2020). Ibu dengan PPD umumnya memiliki gangguan pola asuh, masalah tidur, serta menyusui bayinya dalam waktu empat bulan pascapersalinan. Dampak lain dapat terjadi pada bayi yang lahir, perkembangan bayi yang terancam, tingkat gizi buruk dan stunting yang lebih tinggi, tingkat penyakit diare yang lebih tinggi, serta penyakit menular dan kematian.
Pada gangguan kejiwaan pasca melahirkan yang secara umum, PPD memiliki tingkat prevalensi 100-150 untuk setiap 1000 kelahiran di seluruh dunia . Dalam kasus depresi yang parah, mungkin ada niat melukai diri sendiri atau kekerasan yang diarahkan pada bayi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti India, di mana prevalensi PPDnya diperkirakan sebesar 22% dalam laporan baru-baru ini (Issac et al., 2021). 

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth, et al (2021) pada wanita postpartum yang berumur diatas 18 tahun dan telah melahirkan di US hospitals juga menunjukkan adanya kasus yang tinggi pada tingkat stress, depresi dan anxiety pada wanita pasca melahirkan.
Upaya-Upaya Mengurangi Gangguan Psikologis Pasca Melahirkan
Ibu postpastrum atau ibu dalam masa nifas sangat membutuhkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sosial dalam menghadapi problematika yang timbul setelah melewati persalinan. Fungsi keluarga yang baik akan mendukung mental ibu dalam beradaptasi dan mengasuh bayi yang baru saja dilahirkannya. Dukungan sosial keluarga berperan sebagai prediktor yang dapat memengaruhi kondisi psychological well-being pada ibu postpartum (Marwah, 2021).
Dukungan yang bisa didapat oleh ibu nifas atau postpartum diantaranya berupa dukungan informasional, terutama pada ibu yang belum memiliki pangalaman dalam merawat bayi sebelumnya. Lalu, Membantu ibu dalam merawat bayi merupakan pertolongan langsung dalam bentuk dukungan instrumental. Dukungan penghargaan juga tidak kalah pentingnya diberikan kepada ibu yakni berupa pujian atas usahanya dalam merawat bayinya. Terakhir yaitu dukungan emosional yaitu sebagai tempat pemulihan dan membantu untuk penguasaan emosi. Dukungan emosional bisa diberikan oleh suami, orang tua, atau anggota keluarga lainnya, bahkan sahabat atau teman dekat berupa rasa kepedulian dan perhatian kepada ibu, komunikasi dua arah, serta hubungan emosional yang lebih intim.
Tindakan-tindakan di atas merupakan tindakan preventif yang bisa kita lakukan sebagai support system atau sebagai caregiver dari kalangan terdekat. Jika si ibu mengalami gejala-gejala stres berkepanjangan dan sangat mengganggu dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga ahli, ke psikiater ataupun ke psikolog agar memperoleh penanganan yang tepat.
Bagaimana Konsep Bermain Snakes and Ladders Game?
Bermain adalah kegiatan menyenangkan dan hampir seluruh manusia di muka bumi ini melakukannya, mulai dari kanak-kanak hingga orang dewasa. Manusia melakukannya dengan berbagai cara, jenis, dan tujuan yang berbeda-beda. Sebagian besar orang dewasa beranggapan bahwa dengan bermain dapat menghilangkan kejenuhan, mengisi waktu luang, atau bahkan sebagai penyeling aktifitas. Bermain berkaitan dengan tiga hal yakni keikutsertaaan dalam kegiatan, aspek afektif, dan orientasi tujuan (Dr.Musfiroh, 2018).
Dalam essay kali ini, media yang digunakan dalam rangka mengurangi gejala psikologis sebagai tindakan preventif bagi psychological well-being ibu postpartum ialah permainan ular tangga (snakes and ladders game). Permainan ini dipilih karena relatif mudah dibuat, tidak membutuhkan ruang yang luas, dan bisa dimainkan oleh lebih dari satu pemain, sehingga aspek sosial tetap dapat dipertahankan. Selain itu, permainan ini sangat familiar bagi masyarakat Indonesia dan juga bisa dimodifikasi sesuai dengan yang kita kehendaki.
Tata cara permainannya yaitu masing-masing pemain memiliki satu bidak, setiap pemain mengocok dadu, urutan pemain menjalankan bidak ditentukan berdasarkan dari jumlah titik dadu terbanyak, setiap pemain menjalankan bidaknya masing-masing sesuai dengan jumlah titik dadu. Di setiap pemberhentian bidak, pemain mengambil kartu sesuai warna kotak yang ditempati. Jika berhenti di kotak warna biru maka akan mendapatkan Action Card, sedangkan jika berhenti di kotak ungu maka akan mendapatkan Saying Card yang dipilih secara random dan kartu yang sudah dipilih tidak dapat digunakan lagi. Action card berupa tindakan atau perlakuan yang harus dijalankan pemain sedangkan saying card berupa perkataan atau ucapan yang diutarakan sesuai dengan perintah kartu yang didapat. Permainan terus berlanjut sesuai dengan petunjuk yang telah dijelaskan hingga salah satu pemain sampai di garis finish.
Keadaan Ibu pasca melahirkan tentunya memiliki rutinitas yang monoton, yakni harus melewati masa penyembuhan, mengurus rumah, dan mengasuh anak. Kondisi tersebut menambah kebosanan dan kelelahan sehingga dapat memicu stres yang berkelanjutan. Apalagi ditambah masa pandemi yang banyak mengurangi mobilitas untuk sekadar bertemu sanak keluarga ataupun teman-teman terdekat. Dikarenakan adanya pembatasan mobilitas kami merancang permainan ular tangga tersebut agar bisa dimainkan melalui daring, sehingga meskipun si ibu hanya melakukan aktifitas dalam rumah tetap bisa memainkan ular tangga bersama orang-orang terdekatnya dan bisa memperoleh dukungan lebih dari mereka. Konsep bermain snakes and ladders game secara virtual dijelaskan dalam gambar di bawah ini.

Sebelum bermain secara daring, kita mengunduh fullscreen interactive gslide terlebih dahulu yang berfungsi agar ketika bermain secara virtual menggunakan zoom atau google meet pada google slide dapat ditampilkan secara tampilan penuh dan dapat digerakkan. Selanjutnya kita juga membuka halaman jendela baru untuk menggunakan dadu online. Permainan ular tangga yang kami rancang menggunakan google slide pun sudah bisa dimainkan secara daring dengan anggota keluarga atau orang terdekat lainnya. Sebagai caregiver ataupun orang terdekat dari ibu postpartum, permainan ini sangat berguna sekali untuk menuntut kita lebih proaktif dan lebih peduli terhadap kesehatan mental ibu pasca melahirkan
Konsep ini sederhana namun bisa berdampak sangat besar terhadap pengaruh kesehatan mental ibu nifas/postpartum yang seringkali terpinggirkan dan terlupakan. Permainan ular tangga juga menimbulkan rasa bahagia dan emosi positif yang muncul melalui motivasi saat pemain berharap menang, melakukan setiap perintah yang tertera dalam kartu, dan komunikasi serta hubungan sosial yang erat diantara sesama pemain. Melalui permainan ular tangga ini juga diharapkan dapat menjalin komunikasi yang berjalan dua arah, ikatan emosi yang kuat, dan dapat membangun cinta yang sehat. Serta diharapkan permainan ini menjadi jembatan terhadap seseorang yang sukar berkomunikasi untuk mengungkapkan perasaannya secara langsung terhadap orang yang dikasihinya. 

Referensi
Dr.Musfiroh Tadkiroatun, M. H. (2018) ‘Teori dan Konsep Bermain’, pp. 1–44. Available at: http://repository.ut.ac.id/4699/1/PAUD4201-M1.pdf.
Henshaw, C. (2003) ‘Mood disturbance in the early puerperium: A review’, Archives of Women’s Mental Health, 6(SUPPL. 2). doi: 10.1007/S00737-003-0004-X.
Issac, A. et al. (2021) ‘Postpartum depression amidst COVID-19 pandemic: What further could be done?’, Asian Journal of Psychiatry, 63, p. 102759. doi: 10.1016/j.ajp.2021.102759.
Marwah, S. (2021) ‘PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IBU POSTPARTUM’.
Mollard, E., Kupzyk, K. and Moore, T. (2021) ‘Postpartum stress and protective factors in women who gave birth in the United States during the COVID-19 pandemic’, Women’s Health, 17. doi: 10.1177/17455065211042190.
Purnamawati, D. and Ariasih, R. A. (2020) ‘Postpartum Depression During The Covid-19 Pandemic Situation’, pp. 8–13.
SUPHARDIYAN, M. A. (2020) ‘Gambaran Kejadian Postpartum Blues Pada Masa Pandemi COVID 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun’, Repository.Unej.Ac.Id. Available at: https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/104254.