UINSA Column

Meracik Akuntansi dan Budaya dengan Pendekatan Etnografi

Meracik Akuntansi dan Budaya dengan Pendekatan Etnografi

Webinar metodologi series Meneropong Penelitian Akuntansi dengan Paradigma Interpretif lanjutan kedua dengan mengusung tema Meracik Akuntansi dan Budaya dengan Pendekatan Etnografi yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya pada Rabu, 18 Agustus 2021. Webinar disampaikan secara langsung oleh Ibu Dr. Lilik Purwanti, M.Si., CSRS., CSRA., Ak., CA., yang merupakan Dosen Univesitas Brawijaya, Malang.

Webinar berlangsung selama 3 (tiga) jam yang dipandu oleh Ibu Selvia Eka Aristantia, SA., MA., selaku Dosen Akuntansi FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya. Pada kesempatan tersebut, webinar mengulas tentang bagaimana cara melakukan penelitian etnografi, ciri-ciri khas dari metode etnografi, sejarah, tujuan, subyek dan obyek dalam etnografi.

Etnografi sendiri berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti bangsa dan graphy yang berarti tulisan. Etnografi adalah deskripsi tentang bangsa-bangsa (etnografi berarti tulisan mengenai kelompok budaya). Etnografi berarti tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan (field work) selama sekian bulan atau sekian tahun.

Ibu Lilik menjelaskan etnografi secara lugas, “Etnografi itu adalah pekerjaan yang mendeskripsikan suatu kebudayaan. Etnografi tidak hanya mempelajari masyarakat tetapi lebih dari itu, etnografi belajar dari masyarakat”, tegas Dosen Universitas brawijaya tersebut.

Ibu Lilik menyebutkan beberapa jenis dari etnografi, “Etnografi secara konsep ada dua jenis yang dapat kita pilih dalam penelitian akuntansi, seperti etnografi realis dan etnografi kritis”, ungkapnya. Lebih lanjut, “setiap etnografer mungkin memulai tugas penulisan deskripsi budaya dengan perasaan ‘terlalu awal untuk memulai’, dan hal yang tersulit adalah menerjemahkan symbol-symbol kebudayaan ke dalam tulisan, maka satu-satunya jalan untuk belajar menulis adalah dengan menulis”, tambahnya.

Kegiatan webinar diakhiri dengan diskusi tanya jawab selama kurang lebih satu jam dan ditutup dengan doa serta sesi foto bersama.

 

Oleh : Mochammad Ilyas Junjunan