UINSA Column

Mengenal Akuntansi Pesantren antara Pedoman dan Implementasi

Mengenal Akuntansi Pesantren antara Pedoman dan Implementasi

Webinar tematik akuntansi syariah dengan mengusung tema Mengenal Akuntansi Pesantren antara Pedoman dan Implementasi yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis, 5 Agustus 2021. Webinar disampaikan secara langsung oleh Bapak Prof. Dr. Mohammad Nizarul Alim, M.Si., Ak., CA.,  yang merupakan Guru Besar Akuntansi Universitas Trunojoyo Madura sekaligus Ketua Bidang Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur, selain itu narasumber kedua disampaikan secara langsung oleh Bapak M. Luthfillah Habibi, SEI., M.SA., yang merupakan Direktur Utama PT. Sidogiri Fintech Utama sekaligus Dosen Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya. Webinar berlangsung selama 4 (empat) jam yang dipandu oleh Ibu Nufaisa, M.Ak., selaku Dosen Akuntansi FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pada kesempatan tersebut, webinar mengulas tentang roadmap pedoman akuntansi pesantren serta prasyarat atas komitmen yang kuat dari pimpinan tertinggi pesantren, entitas pemisahan aset pesantren dengan non-pesantren, dan dedicted-personal tentang pemahaman dasar pesantren.

Menurut Prof. Nizarul Alim, terdapat beberapa poin-poin untuk penatakelolaan pesantren. “Dalam tahapan akuntansi pesantren, kita harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan penetapan entitas pesantren, inventarisasi, pencatatan, dan administrasi ASET di setiap sub entitas, lalu menyusun prosedur standar (SOP) tentang alur sub entitas kepada entitas pesantren”, ungkap Guru Besar Akuntansi Universitas Trunojoyo Madura tersebut.

Penyampaian materi dalam webinar akuntansi syariah

Sementara menurut Bapak M. Luthfillah Habibi mengungkapkan bahwa adanya urgensi pedoman akuntansi pesantren versi IAI. “Pedoman Akuntansi Pesantren harus berorientasi pada purifikasi pelaksanan aturan syariah berkaitan dengan status, pengaturan dan pengelolaan pesantren beserta aset-aset nya. Orientasi pengelolaan aset pesantren banyak berkaitan dengan status pesantren yang mayoritas bahasannya adalah barang wakaf, sehingga aturan wakaf harus kental dalam perumusan BPAP” ungkap Dosen Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Tidak hanya itu, “Ruh BPAP masih banyak yang berorientasi pada akuntansi sektor komersial, sehingga implementasi kesesuaian BPAP tersebut dengan aturan syariah masih perlu banyak koreksi, seperti konsep iqrodh, ittijar, tanmiyyah, istihlak (depresiasi)”, imbuh Direktur Utama PT. Sidogiri Fintech Utama tersebut. Webinar diakhiri dengan diskusi tanya jawab selama kurang lebih satu jam dan ditutup dengan doa serta sesi foto bersama.

 

Oleh : Mochammad Ilyas Junjunan