UINSA Column

Masihkan ada sesuatu yang kamu sesali? Coba hindari perilaku impulsif ini.

Masihkan ada sesuatu yang kamu sesali? Coba hindari perilaku impulsif ini.

Banyak orang terjebak pada kekecewaan karena perbuatannya sendiri. Hal ini kerap terjadi pada orang yang seringkali tidak bisa menahan sesuatu atau bersabar. Misalnya, kamu sudah berencana untuk berhemat pekan ini. Ketika diajak bestie untuk menemaninya membeli buku di Gramedia, kamu pun ikut membeli buku karena tertarik sekilas ketika melihat judul dan ringkasan isi buku. Padahal kamu memiliki buku yang belum selesai kamu baca. Lagi, kamu malah banyak makan yang manis-manis padahal kamu sedang berhemat. Eh, typo. Berdiet. Atau kamu malah sering menghabiskan tabunganmu untuk membeli barang-barang di online shop yang terlihat menggiurkan. Tentu saja, niatmu bisa jadi kurang kuat dalam hal tertentu. Namun, ada penjelasan biologisnya, lo. Hal ini dinamakan perilaku impulsif.

 

Ya, banyak sekali yang tidak sadar bahwa perilaku ini seringkali dilakukan. Padahal banyak dampak positif jika anda bisa menghindari perilaku seperti ini. Perilaku impulsif merupakan perilaku yang dilakukan secara spontan tanpa memikirkan akibat dari tindakannya. Hal ini cenderung terjadi pada anak-anak. Karena mereka belum tahu cara meredam atau menyampaikan emosi (impuls) yang dirasakannya. Sebenarnya, perilaku ini merupakan perilaku yang wajar jika dilakukan sesekali. Jika anda pandai memanipulasi kebiasaan. Anda bisa menggunakan perilaku ini ibarat anak panah. Sedikit mundur untuk melesat lebih jauh.

 

Seseorang yang biasanya bersikap impulsif seringkali bertindak sesuka hati tanpa memikirkan apa yang terjadi. Ketika muncul dorongan atau gairah untuk melakukan sesuatu, (misalnya, makan) ia akan segera melakukannya tanpa berpikir panjang. Padahal sudah masuk waktu tidur. Berikut beberapa tindakan yang perlu diwaspadai ketika anda merasa harus menghindari perilaku impulsif:

  1. Sulit fokus dan berkonsentrasi menyelesaikan sesuatu.
  2. Selalu berada di zona nyaman.
  3. Merusak atau melukai sesuatu ketika marah, sedih, atau kecewa.
  4. Berbicara secara spontan tanpa memikirkan akibatnya.
  5. Berteriak saat merasa stres.
  6. Mengambil sesuatu secara paksa.
  7. Cenderung mengganggu orang lain.
  8. Menghamburkan uang.
  9. Mengubah rencana secara tiba-tiba.
  10. Anti kritik.
  11. Makan berlebih.

 

Perilaku impulsif yang sering muncul dan menimbulkan masalah sebaiknya segera diatasi dengan memeriksakannya ke dokter atau meminta saran psikiater. Hal ini perlu dilakukan karena bisa jadi perilaku impulsif tersebut muncul karena gangguan psikologis tertentu.

 

Tidak ada salahnya anda berusaha untuk melawan perilaku ini terlebih dahulu sebelum memeriksakannya. Anda perlu mengingat kondisi yang menyertainya. Bagaimana aku berbuat impulsif tadi malam? Bagaimana bisa aku makan berat tadi malam padahal aku sedang menerapkan kebiasaan sehat? Bagaimana bisa aku membeli komik itu kemaren padahal aku sedang berhemat? Bagaimana bisa aku ..., dst. Ternyata aku makan berat tadi malam karena aku tidak bisa tidur. Jadi anda merespon tubuh anda yang lelah dengan makan agar bisa tidur dengan segera. Coba lakukan dengan hal lain ketika hal itu akan terjadi lagi. Misalnya, membaca buku. Saya yakin anda akan lebih cepat mengantuk ketika membaca buku. Dan hal ini dapat memberikan dampak baik bagi anda daripada makan sebelum tidur.

 

Tandai kegiatan-kegiatan yang anda sesali. Atau setidaknya anda mengidentifikasi perilaku tersebut merupakan perilaku impulsif dan perlu diperbaiki. Dan lakukan hal yang berbeda namun memberikan impuls yang sama. Ganti makan sebelum tidur dengan membaca buku sebelum tidur. Tujuannya sama, membuat kamu mengantuk. Namun efek sampingnya berbeda. Lakukan hal serupa untuk kebiasaan anda yang lainnya.

 

Semoga kamu terhindar dari perilaku impulsif yang merugikan. Dan jika kamu masih terjebak dalam perilaku ini di keseharianmu, semoga kamu bisa melewatinya.