UINSA Column

KESADARAN SOSIAL DENGAN BER-ZIS

KESADARAN SOSIAL DENGAN BER-ZIS

UINSA BER-ZIS

Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) merupakan merupakan ibadah di bidang sosial ekonomi yang dilakukan dengan cara membantu orang yang kurang mampu dari segi ekonominya yang menyebabkan kesusahan dalam memenuhi kebutuhannya. ZIS yang dikeluarkan dari harta para dermawan mempunyai potensi untuk berkembang atau diproduktifkan sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman dan kebutuhan, maka ZIS kemudian terlembaga secara professional. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UINSA adalah salah satu wadah yang tepat dan bertanggung jawab untuk menerima dan menyalurkan ZIS ASN warga UINSA khususnya dan masyarakat umumnya.

Oleh karena itu, UPZ UINSA yang diketuai oleh Dr. H. Muktafi, M.Ag. mendapatkan amanat dari Rektor UINSA yang dikawal oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Dr. Hj. Wiwik Setiyani, M.Ag. untuk mensosialisasikan kepada dosen dan tenaga kependidikan melalui program UINSA BerZIS dengan tujuan untuk membantu sesama khususnya warga UINSA yang membutuhkan baik dari unsur pegawai maupun mahasiswa. Hal tersebut telah berjalan cukup baik namun terasa masih belum maksimal dibandingkan dengan potensi yang ada. Oleh karena itu potensi ini harus terus disemangati dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal ke depannya. Tentu, sebagai warga UINSA, Spirit yang dikobarkan patut oleh pimpinan dan kebijakan perlu mendapatkan dudkungan dari semua pihak (civitas akademika), sehingga membetri manfaat yang sebesar-besarnya bagi mustahiq.

Dana ZIS tersebut diperoleh dengan cara menyebarkan formular kesediaan berZIS secara sukarela sesuai kemampuan melalui google form ke seluruh ASN UINSA yang selanjutnya Kerjasama dengan bagian gaji untuk pemotongannya. Dana terkumpul selanjutnya dihimpun dan disalurkan melalui UPZ UINSA sesuai program yang ditentukan, yakni untuk 1) Bantuan UKT, 2) Bantuan Sosial kemanusiaan, dan3) Bantuan Sosial keagamaan.

Bantuan UKT UPZ UINSA merupakan bantuan yang diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu untuk keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang dibuka setiap semester. Bantuan Sosial Kemanusiaan merupakan bantuan yang diberikan kepada pegawai yang mengalami musibah (kecelakaan, sakit, dan kematian). Sementara untuk Bantuan Sosial Keagamaan adalah bantuan untuk acara-acara sosial kegamaan seperti istighosah, semaan al-Qur’an.

POTENSI BER-ZIS DI UINSA

Alhamdulillah hingga hari ini program pengumpulan zakat UINSA telah diikuti oleh ASN sebanyak 476 orang dan telah terkumpul Rp. 41.690.000,00 (Empat Puluh Satu Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah) perbulan. Sementara ASN UINSA berjumlah 1100 orang. Ini berarti baru 43,3% ASN kita yang turut serta/bergabung dengan UPZ UINSA. Ke depan diharapkan semakin banyak jumlah ASN yang menyalurkan ZISnya melalui UPZ UINSA, sehingga program-program filantropis UINSA semakin luas dan memberikan manfaat yang sebesar bagi warga UINSA dan masyarakat.

 

MENUMBUHKAN KESADARAN SOSIAL DALAM BER-ZIS

Namun, dilihat dari data perolehan yang terkumpul pada Bulan September 2022 dari 1100 tercatat sebanya 476 atau sama dengan 43,3 persen pegawai UINSA baik dari dosen maupun tenaga kependidikan yang menyisihkan sebagian hartanya untuk berZIS di UINSA. Ini berarti potensi perolehan ZIS di atas belum maksimal.

Kami tidak menafikan jika selain dari 43,3 persen ASN UINSA tersebut mungkin sudah banyak pegawai yang menyalurkan sebagian hartanya baik itu dalam bentuk Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf di tempat lain di luar UINSA, sehingga program UINSA BerZIS belum menjadi prioritas. Namun, ke depan tetap diharapkan juga turut berkontribusi untuk membesarkan Lembaga UPZ UINSA, karena dari sinilah kita bekerja dan memperoleh rezeki. Ibarat UINSA rumah sendiri, maka kita berkewajiban  untuk memelihara, menjaga dan membesarkannya. Dengan membesarkan UPZ UINSA berarti meninggikan marwah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kesadaran BerZIS di lingkungan UINSA sudah bukan lagi dalam taraf soal seberapa tingkat religiusitas, namun, dalam soal seberapa besar tingkat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat kerja sehingga terdorong untuk ikut serta membantu. Oleh karena itu, dengan menyisihkan harta kita untuk berZIS di UINSA menjadikan salah satu tanda bahwa kita peduli dan cinta terhadap lingkungan kerja.

Dengan meningkatnya kepedulian antar sesama, kepedulian terhadap lingkungn kerja, rasa ikut memiliki terhadap lingkungan kerja, maka akan meningkatkan solidaritas sosial di antara sesama dalam upaya keberkahan rezeki yang Allah berikan kepada kita. Di samping itu juga akan menumbuhkan semangat agar kita semua selalu bersyukur atas rezeki  yang Allah berikan kepada kita, dalam kondisi apapun kita harus selalu termotivasi sebagai umat Islam untuk selalu ibadah dalam hal  ini adalah da'wah bi al-hal di lingkungan tempat kita bekerja, dan berlomba untuk selalu menjadi uswah dalam beribadah kepada Allah agar lembaga kita semakin maju, berkah, nyaman dan dinaungi ridho Allah SWT. ZIS UINSA dari kita untuk kita dan masyarakat.