UINSA Column

Cegah Terorisme, FDK UINSA Ikuti Konsolidasi dan Sosialisasi BNPT

Cegah Terorisme, FDK UINSA Ikuti Konsolidasi dan Sosialisasi BNPT

Upaya pencegahan terorisme dan ekstrimisme berbasis kekerasan terus dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Beberapa program ditetapkan sebagai bentuk dari upaya ini, di antaranya adalah penguatan koordinasi dan kerja sama dengan pihak lain. Hal tersebut untuk memastikan efektivitas pencegahan aksi terorisme dan ekstrimisme berbasis kekerasan. 

Mendukung upaya di atas, Pusat Studi Keragaman dan Harmoni Sosial FDK UINSA (Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) mengikuti konsolidasi dan sosialisasi BNPT. Ries Dyah Fitriyah, Kaprodi Pengembangan Masyarakat Islam, dan Moh. Ansori, Ketua Jurusan Dakwah, hadir mewakili pusat studi tersebut.

Pusat Studi Keragaman dan Harmoni Sosial sendiri digagas sejak dua tahun lalu. Pusat studi ini dipimpin oleh Nur Syam, guru besar FDK, yang bertindak sebagai direktur ekskutif.  “Keberadaan pusat studi ini digagas oleh FDK dalam rangka menjawab tantangan beragamnya masyarakat yang harus disadari semua pihak. Kami bertekad untuk berkontribusi pada masyarakat dengan cara memahamkan dan mencerahkan,” urai Choirul Arif, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan.

Sosialisasi dan konsolidasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan pemerintahan daerah di Jawa Timur digelar BNPT melalui Direktorat Kerjasama Regional dan Multilateral, Subdit Multilateral. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Rabu-Kamis, 3-4 Maret 2021, di Surabaya. Kegiatan ini ditujukan agar penanggulangan terorisme dapat berjalan dari hulu ke hilir secara sinergis dan komprehensif.

“Selama ini upaya penanggulangan terorisme, radikal, dan ekstrimisme masih parsial atau belum ada yang kolaboratif. Alhamdulillah ada kegiatan ini yang bisa menggerakkan semua pihak baik itu ormas, CSO, maupun pemerintah, untuk saling sharing dan menguatkan,” tutur Ansori, 

Dalam kegiatan tersebut, BNPT memperkenalkan Indonesia Knowledge Hub (I-KHub) sebagai tempat untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi. Platform tersebut juga digunakan sebagai ruang berbagi data, informasi, dan praktik baik pencegahan terorisme dan ekstrimisme kekerasan yang dilakukan oleh berbagai aktor, entah itu pemerintah atau masyarakat sipil. Sebelumnya, I-KHub telah diluncurkan oleh Kepala BNPT pada 19 Oktober 2020 lalu.

Kurniawan, Kasubdit Multilateral, menerangkan, “Sebagaimana disampaikan oleh Kepala BNPT, I-KHub dirancang sebagai center of excellent (pusat unggulan, Red.) dengan basis utama berbagi data. Kami yakin, melalui I-KHub ini upaya pencegahan terorisme dan ekstrimisme berbasis kekerasan akan semakin terkooordinasi dengan baik dan akan memberikan dampak signifikan, terutama dengan format digital yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.”Konsolidasi dan sosialisasi yang diselenggarakan di Surabaya ini dihadiri tak kurang 20 dari perwakilan masyarakat sipil dan unsur pemerintah di Jawa Timur. Perwakilan masyarakat sipil