News

Workshop on Feedback as Dialog in Supervision

Workshop on Feedback as Dialog in Supervision

Sebagai kelanjutan dari Feedback World Tour, kegiatan bertajuk Workshop on Feedback as Dialog in Supervision yang merupakan kerjasama University of Canberra Australia, University of Otago New Zealand, dan UIN Sunan Ampel Surabaya ini digelar pada hari Kamis, 30 September 2021 mulai pukul  10.00 pagi secara daring melalui venue virtual zoom meeting. Selaku tuan rumah, UIN Sunan Ampel sendiri melibatkan tiga prodi dalam penyelenggaraan workshop, yaitu prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, dan Pascasarjana Pendidikan Agama IslamSebagai kelanjutan dari Feedback World Tour, kegiatan bertajuk Workshop on Feedback as Dialog in Supervision yang merupakan kerjasama University of Canberra Australia, University of Otago New Zealand, dan UIN Sunan Ampel Surabaya ini digelar pada hari Kamis, 30 September 2021 mulai pukul  10.00 pagi secara daring melalui venue virtual zoom meeting. Selaku tuan rumah, UIN Sunan Ampel sendiri melibatkan tiga prodi dalam penyelenggaraan workshop, yaitu prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, dan Pascasarjana Pendidikan Agama Islam.

Pelenggaraan workshop yang juga sekaligus sebagai kegiatan kunjungan Profesor ini merupakan salah satu bagian dari sosialisasi hasil penelitian yang telah dilakukan dan masih akan dilakukan selama 20 tahun terakhir oleh Assoc. Prof Elke Stracke dari University of Canberra, Australia dan Assoc. Prof Vijay Kumar dari University of Otago, New Zealand. Sebelumnya, workshop serupa telah Ibu Elke dan Bapak Vijay lakukan di 8 negara dengan membawa misi mengenalkan Feedback Expectation Tool (FET) yang merupakan hasil dari penelitian mereka.

Berkenaan dengan data penelitian milik Ibu Elke dan Bapak Vijay, terdapat sejumlah promotor and mahasiswa S3 yang dilibatkan. Hal tersebut dibuktikan dengan upaya mereka menghadirkan Nick Baker dan Burhan Syaifulloh di tengah-tengah workshop. Keduanya merupakan mahasiswa S3 di University of Canberra, Australia dan University of Otago, New Zealand.

Ibu Elke dan Bapak Vijay membagi presentasinya dalam 5 topik berbeda, yaitu definisi feedback, bahasa yang digunakan dalam memberi feedback, perbedaan antar budaya, FET dan tips serta strategi dalam memberi dan menerima feedback. Pada topik pertama, kedua peneliti tersebut menampilkan beberapa perbedaan pandangan tentang feedback yang kemudian ditetapkan dalam kondisi, feedback saat ini, feedback yang ditindaklanjuti dan kecenderungan tingkat pemberian feedback yang diinginkan. Keduanya memilih dua model feedback yaitu Transmission dan Co-construction. Model transmission lebih berorientasi pada supervisi satu arah, sedangkan model co-construction berbentuk dialog yang memperhatikan aspek perilaku, emosi, kognitif dan proses keterlibatan secara social antara pemberi feedback dan penerima feedback.

Memasuki topik berikutnya, Ibu Elke dan Bapak Vijay menjelaskan tentang penggunaan Bahasa dalam memberikan feedback. Pada topik ini, peserta workshop diminta untuk memilih contoh Bahasa feedback yang memotivasi, menurunkan motivasi, atau feedback yang terdengar baik namun tidak ada informasi yang bisa diterima mahasiswa terkait tulisannya sehingga membuat mahasiswa tidak tahu apakah yang telah ditulis benar atau tidak.