News

SENAT UINSA TERIMA KUNJUNGAN BAKAL UIN ‘JOKO TINGKIR’

SENAT UINSA TERIMA KUNJUNGAN BAKAL UIN ‘JOKO TINGKIR’

UINSA Newsroom, Rabu (24/11/2021); Kunjungan Senat IAIN Salatiga digelar di Ruang Meeting Rektor Lt. 2 Twin Towers A UINSA Surabaya. Rombongan yang dipimpin Ketua Senat IAIN Salatiga, Prof. Dr. Muh. Zuhri, M.A., ini disambut langsung Ketua Senat UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. H. Burhan Djamaluddin, M.A.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Rektor, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dra. Wahidah Zein Br Siregar, M.A., Ph.D.; Sekretaris Senat, Drs. H. Muhammad Syarief, M.H., serta Perwakilan Ketua Komisi pada Senat UINSA Surabaya, diantaranya Prof. Dr. H. Moch. Tholchah, M.Ag., Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag., dan Prof. Dr. Hj. Rr. Suhartini, M.Si.

Pada kesempatan ini, Prof. Burhan mewakili Senat UINSA Surabaya menyampaikan sambutan atas kehadiran rombongan Senat IAIN Salatiga. Kunjungan yang digelar menyongsong peralihan status IAIN ke UIN ini diharapkan mampu menjadi ajang sharing antar perguruan tinggi. Khususnya kegiatan Senat Universitas sebagai salah satu bagian penting dalam Pengelolaan Perguruan Tinggi.

Prof. Burhan secara khusus juga menjelaskan tentang jumlah Senat universitas, baik yang berasal dari unsur Guru Besar, Pimpinan, maupun perwakilan dosen dari masing-masing Prodi. “Anggota Senat UIN Surabaya sebanyak 68 orang. Guru Besar sebanyak 47 orang yang aktif, kemudian 21 sisanya itu terdiri unsur pimpinan dan dosen dari masing-masing jurusan atau Prodi,” terang Prof. Burhan.

Beberapa kegiatan Senat, sebagaimana dijelaskan Prof. Burhan, antara lain rapat rutin dalam rangka pengusulan kenaikan jabatan ke lektor kepala dan atau guru besar, Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar, Rapat usulan Doktor Honoris Causa dan atau Guru Besar Luar Biasa, serta rapat insidentil lainnya yang terkait dengan permasalah tertentu seperti pelanggaran kode etik dan lain-lain.

Sementara itu, Prof. Zuhri dalam sambutannya, pun menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan Senat UINSA Surabaya. Beberapa hal seperti jumlah anggota Senat, kegiatan, serta pembagian tugas dalam komisi-komisi menjadi catatan penting IAIN Salatiga untuk diadopsi kemudian. “Guru besar kami baru sekitar 13 orang. Itupun terhitung yang belum turun SK-nya. Kalau yang sudah turun SK-nya dan dikukuhkan 8 orang,” ujar Prof. Zuhri.

Prof. Zuhri juga membenarkan, bahwa kunjungan kali ini dalam rangka belajar lebih banyak menyongsong peralihan status IAIN Salatiga menjadi UIN. “Adapun namanya, sampai sekarang sedang dalam wacana. Ada yang menyarankan namanya UIN Joko Tingkir,” ujar Prof. Zuhri disambut gembira anggota senat yang hadir. Hal ini menyongsong nama besar Joko Tingkir yang tidak hanya tokoh agama, tapi juga seorang raja.

Rektor UINSA Surabaya yang turut serta menjamu rombongan Senat IAIN Salatiga pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahmi tersebut. Rektor berharap, kunjungan ini dapat memberkahi kedua pihak dengan hasil terbaik. “Apapun, kita perlu belajar terkait Senat kita. Saya kira, jika kita melihat dengan kacamata konprehensif dan perfectionis maka tidak ada yang sempurna di dunia ini. Sehingga kita perlu belajar dari siapapun yang kita anggap layak untuk dijadikan guru,” ujar Prof. Masdar.

Kegiatan kunjungan pun dilanjutkan dengan sharing bersama antar Senat serta site visit ke Kampus 2 UINSA di Gunung Anyar Surabaya. (Nur/Humas)