News

SEKOLAH PARLEMEN SIAP MEWUJUDKAN MIMPI MAHASISWA ILMU POLITIK

SEKOLAH PARLEMEN SIAP MEWUJUDKAN MIMPI  MAHASISWA ILMU POLITIK

 

(Kamis, 7/9/2021) Pada hari kamis tanggal tujuh bulan September kemarin FISIP UINSA mengadakan webinar yang bertemakan “SEKOLAH PARLEMEN”. Kegiatan ini diadakan oleh FISIP UINSA guna memberikan pembelajaran politik di parlemen kepada mahasiswa FISIP khususnya di Prodi Ilmu Politik. Webinar ini berlangsung selama tiga jam dengan pembicara Ibu Amalinda Savirani, Ph.D selaku dosen politik dan pemerintahan Universitas Gajah Mada dan Ibu Masda Puteri Amelia S.IP., M.A. selaku anggota DPRD Kota Probolinggo periode 2019-2024. Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Holillah, S.Ag., M.Si selaku Kaprodi Ilmu Politik FISIP UINSA. Dalam webinar ini selain dihadiri oleh mahasiswa, para dosen dan pimpinan juga turut hadir. Dalam kesempatan ini, Ibu Holillah selaku moderator menyampaikan bahwasannya kegiatan webinar “SEKOLAH PARLEMEN” merupakan kegiatan rutin dan  wajib untuk diikuti oleh mahasiswa Ilmu Politik FISIP UINSA. Kegiatan ini sudah berlangsung lama, dulu ketika belum ada pandemic Sekolah Parlemen diadakan secara offline dan langsung praktek di Kantor DPRD. Namun saat ini dengan kondisi pandemi, kegiatan Webinar tetap dilaksanakan meskipun melalui daring. Melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dapat mengambil peran untuk mengambil keputusan nantinya di dunia pasca perkuliahan. Selain itu, mahasiswa juga memiliki bekal untuk terjun di masyarakat. Webinar dimulai dengan pembicara pertama yakni Ibu Amalinda Savirani yang menyampaikan materi tentang tiga hal prospek perempuan dalam parlemen dimasa pandemi. Pertama bagaimana konsep “supply and demand” terkait politisi perempuan, menampilkan juga anggota parlemen perempuan setelah terpilih khususnya dalam masa pandemi dan bagaimana keterbatasannya. Beliau menjelaskan bagaimana konsep supply atau dari segi penawaran, bagaimana penawaran parpol atau faktor – faktor penawaran agar politisi perempuan mau maju menjadi anggota parlemen. Dari segi demand, konsep ini lebih menggambarkan bagaimana parpol mau mencalonkan kader perempuannya. Hal ini dibahas secara menyeluruh dan dilihat dari beberapa prespektif seperti dilihat dari segi kandidat, segi parpol dan segi masyarakat serta segi sumber dayanya. Dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Masda Puteri Amelia S.IP., M.A yang menjelaskan bagaimana peran anggota perlemen perempuan dalam pandemi dari segi fungsi legislasi, bugeting hingga controlling. Beliau menjelaskan bahwasannya bagaimana beliau melewati tantangan yang hadir malah dari internal partai itu sendiri, bagaimana beliau memecahkan stigma bahwa wanita tidak bisa menjadi anggota dewan. Tantangan berikutnya yang beliau sampaikan ialah bagaimana masyarakat “melek politik” bukan sekadar memilih saja. Beliau menjelaskan bahwa kebanyakan masyarakat tidak paham fungsi dari DPRD, sehingga itu menjadi tantangan anggota DPRD untuk menjelaskan kepada msnyarakat fungus DPRD yang sebenarnya. Beliau juga menjelaskan bagaimana  perjuangan para anggota dewan juga dalam mevaluasi anggaran serta penyususnan anggaran daerah secara maksimal. dalam webinar ini beliau menjelaskan bahwa fungsi controlling dalam melakukan pengawasan dalam peraturan daerah dan lain sebagainya. Diakhir sesi tanya jawab dijelaskan kembali bagaimana banyaknya anggota dewan yang setuju akan kebijakan yang merujuk kepada perempuan . hal tersebut akan di dukung oleh masyarakat dan anggota dewan itu sendiri bukan hanya anggota dewan perempuan, melainkan anggota dewan laki-laki juga. Dan apabila kita ingin masuk kedalam instansi harus ada etika berpolitiknya misalnya dalam administrasi dan lain sebagainya (FISIP/AJENG DAN GIESKA).