News

Penyiar Gen 103,1 FM Surabaya Kunjungi FDK UINSA untuk Bagi Pengalaman kepada Penyiar Sufada Radio

Penyiar Gen 103,1 FM Surabaya Kunjungi FDK UINSA untuk Bagi Pengalaman kepada Penyiar Sufada Radio

Program Gencar “Gen Cari Penyiar” Road to Campus oleh Gen 103,1 FM Surabaya hadir di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel (UINSA) pada Kamis (22/9). Acara yang bertempatan di ruang sidang FDK UINA ini diikuti oleh para mahasiswa anggota Sufada Radio, radio laboratorium FDK UINSA.

Acara Gencar “Gen Cari Penyiar” Road to Campus diisi oleh tiga penyiar ternama di Surabaya, yaitu Farras Ardiana, Cut Cinthya dan Karim Sujatmiko. Para penyiar radio Gen 103,1 FM Surabaya memberikan coaching clinic kepada mahasiswa FDK mengenai bagaimana menjadi seorang penyiar profesional serta memberikan motivasi agar bisa mewujudkan impian mereka menjadi penyiar.

Acara ini disambut dengan ceria dan meriah oleh peserta yang mayoritas merupakan anggota Sufada Radio. Acara diawali dengan penyampaian Farras sebagai penyiar di GenFM, ia menceritakan pengalaman pertamanya dalam dunia penyiar. “Dulu, dari awal di SMA saya sering coba-coba ikutan tes penyiar, hingga mencoba beberapa kali kesempatan dan akhirnya lolos menjadi penyiar saat ini,” ujar Farras.


Interaksi antara penyiar Gen 103,1 FM Surabaya dengan para anggota Sufada Radio semakin hangat karena acara yang dikemas non formal, apalagi sepanjang acara penuh dengan tanya jawab yang diselingi dengan humor ringan. Pada acara yang disponsori Indihome ini, para penyiar Gen 103,1 FM Surabaya membagikan pengalaman mereka dan keuntungan yang mereka dapatkan sebagai seorang penyiar radio.

Karim Sujatmiko menyebutkan bahwa menjadi menjadi seorang penyiar sangatlah banyak keuntungannya. Namun, ia mengungkapkan bagian terpenting dalam menjadi penyiar adalah bagaimana membuat pendengar bisa nyaman mendengar suara kita. “Seorang penyiar dikatakan berhasil jika dapat memberikan informasi ke pendengar juga memberikan kenyamanan pendengar,” ungkap penyiar sekaligus komika Surabaya ini.

Cut Cinthya, salah satu penyiar perempuan Gen 103,1 FM Surabaya, menceritakan bagaimana struggle-nya menjadi seorang penyiar. “Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi menjadi seorang penyiar. Kita harus dapat merebut hati pendengar dengan durasi yang tidak lama, dituntut untuk selalu update dan selalu memvalidasi kabar yang ada di sekitar. Penyiar selalu berusaha untuk memberikan informasi yang menarik agar pendengar selalu merasa ditemani, ” kata Cut Cinthya.

Antusiasme peserta dalam mengikuti acara ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada para penyiar Gen 103,1 FM Surabaya. Retno, mahasiswa FDK UINSA sekaligus anggota Sufada Radio bertanya mengenai bagaimana mengatasi hal yang monoton dan kebosanan ketika menjadi seorang penyiar. Hal itu dijawab oleh Kak Cut, “Pasti pernah, tp hal ini manusiawi. Gimana cara kita bersyukur dengan keputusan dan komitmen”. Hal lain juga diungkapkan oleh Karim dimana jika mengalami hari yang membosankan, penyiar dapat melakukan teknik smiling voice. Saat di depan mikrofon, penyiar harus professional dan menunjukkan bahwa dia sedang dalam kondisi baik. Karena hal itu akan memengaruhi suara.

Pada akhir sesi, para mahasiswa yang menghadiri acara tersebut berebut untuk diberi kesempatan untuk menjadi penyiar. Mahasiswa di berikan kesempatan untuk merangkai skrip melalui 3 kata di efek Reels Instagram yang telah disiapkan oleh Gen 103,1 FM Surabaya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan di studio Sufada Radio untuk saling bertukar cerita dan pengalaman. Terakhir, penyiar para penyiar Gen 103,1 FM Surabaya  berkolaborasi dengan penyiar Sufada Radio untuk produksi konten siaran bareng. (Syifa’)