News

Peluang dan Tantangan Pendirian Magister Sosiologi  

Peluang dan Tantangan Pendirian Magister Sosiologi   

05/08/22, Sidoarjo. Dalam rangka memperoleh ilmu yang berkaitan dengan persiapan pendirian Magister Sosiologi yang dimulai dari proses perencanaan sampai dengan pengorganisasian, FISIP UINSA  mengadakan kegiatan focus group discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber yaitu Dr. Sofa Marwah, S.IP., M.Si. (Dosen Universitas Jenderal Sudirman). Acara di buka oleh Dekan FISIP UINSA, dihadiri para wakil dekan, ketua dan sekretaris prodi Sosiologi, dosen serta tenaga kependidikan FISIP UINSA.

Pada forum diskusi ini, narasumber memaparkan materi teknis bagaimana cara dan syarat apa saja yang dibutuhkan untuk mendirikan magister sosiologi. Narasumber pertama – tama memaparkan tentang sumber acuan utama tentang pendirian magister sosiologi, dan mengingatkan apapun nama prodi yang disepakati harus ada nomenklaturnya.

Materi tentang kriteria dosen, Ibu Sofa menjelaskan Urutan penilaian “Evaluasi Dosen” bersifat sudden death. Jika lolos, baru lanjut evaluasi non dosen. Dosen terdiri dari lima orang, minimal dengan komposisi tiga orang dosen tetap dan dua orang dari PT lain dengan Kerjasama (sebagai dosen tidak tetap). Ketentuan administratif di lampiran peraturan BAN PT No. 6 th. 2020

Kriteria kurikulum perlu adanya keunikan atau keunggulan prodi. Bagian ini berisi keunggulan atau keunikan program studi yang diusulkan berdasarkan tiga program studi sejenis pada tingkat nasional dan atau internasional yang mencakup aspek pengembangan keilmuan, kajian capaian pembelajaran, dan kurikulum program studi sejenis. Untuk kelengkapan kurikulum dengan menetapkan profil lulusan dan kemampuan yang dimiliki, mempertimbangkan permintaan pasar (survei kebutuhan pasar), perkembangan ilmu (sosiologi), visi keilmuan (scientic vision). Kemampuan lulusan (CPL), mencakup empat aspek sikap, pengetahuan keterampilan umum dan khusus. Dalam hal ini yang perlu di ingat, kekhasan perlu diperkuat dengan ke khasan UINSA itu sendiri.

Selanjutnya narasumber memaparkan tentang profil lulusan. Dalam penjelasannya profil lulusan adalah peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan studinya. Profil dapat ditetapkan berdasarkan hasil kajian terhadap kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan pemerintah dan dunia usaha maupun industri serta kebutuhan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Setelah narasumber sudah memaparkan materinya, sesi selanjutnya adalah tanya jawab. Sesi tanya jawab berlangsung intens. Banyak pertanyaan – pertanyaan dari dosen – dosen perihal peluang dan tantangan perihal mendirikan magister sosiologi. (me)