News

PATAS, UINSA TEKEN EMPAT MoU-PKS DENGAN DUA LEMBAGA MITRA

PATAS, UINSA TEKEN EMPAT MoU-PKS DENGAN DUA LEMBAGA MITRA

UINSA Newsroom, Senin (12/10/2021); Dalam upaya menegaskan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian Masyarakat, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terus menggagas kerjasama dengan berbagai pihak. Kali ini, dua Memorandum of Understanding (MoU) dan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandangani di hari yang sama, Senin, 11 Oktober 2021.


Satu MoU ditandatangani Rektor UINSA Surabaya, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., di ruang kerja bersama Dr. H. Sumanta, M.Ag., Rektor Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. Kerjasama ini mengenai Peningkatan Kualitas Sumber Daya Melalui Bidang Pendidikan, Penelitian, Dan Pengabdian Kepada Masyarakat.


Selanjutnya ceremony penandatanganan MoU dan PKS juga digelar di Ruang Rapat Lt. 9 Gedung Twin Towers A UINSA Surabaya. Tiga berkas kerjasama ditandatangi bersamaan antara UINSA Surabaya dengan Pemerintah Kota Pasuruan. Hadir dalam kesempatan ini, Walikota Pasuruan, Drs. H. Syaifullah Yusuf; Wakil Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP., M.Si.; Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Rudiyanto, AP.M.M.; serta Segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kota Pasuruan. Turut hadir dan mendampingi Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan, serta Tim Kerjasama UINSA Surabaya.

MoU bersama Pemkot Pasuruan ini mencakup kerjasama di bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya. MoU ini langsung ditindaklanjuti dengan dua PKS. Yakni terkait pengembangan wisata religi yang terintegrasi dalam lingkup Pasuruan Kota Madinah serta Studi Kelayakan Pemanfaatan Gedung Eks PBNU sebagai pusat kajian literasi. “Ini merupakan sejarah. UIN Sunan Ampel Surabaya belum pernah menandatangani dalam waktu yang sangat singkat. Satu kegiatan penandatanganan tiga dokumen, kecuali hari ini,” ujar Prof. Masdar diiringi tepuk tangan meriah seluruh undangan yang hadir.
Hal ini, diakui Rektor, sebagai bentuk semangat dan keseriusan dari kedua pihak dalam menggagas kerjasama. Perihal dua PKS yang telah ditandatangani, Rektor secara khusus juga menyampaikan kesiapan Tim UINSA dalam mengawal dan membantu Pemerintah Kota Pasuruan guna melakukan kajian-kajian terintegrasi. “Sehingga nanti bisa menjadi dokumen yang layak untuk diterapkan dan memberikan kontribusi bagi Kota Pasuruan,” imbuh Prof. Masdar.


Kerjasama yang digagas UINSA-Pemkot Pasuruan ini, menurut Rektor, bukan terletak pada nilai investasinya, akan tetapi pada komitmen kerja bersama kedua pihak. “InsyaAllah kita akan senantiasa mengawal dan kita akan senantisa memperkuat sehingga keberadaan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya benar-benar memberikan arti dan manfaat untuk masyarakat,” tukas Prof. Masdar.
Walikota Pasuruan, Drs. H. Syaifullah Yusuf mengaku bersyukur dapat bermitra dengan UINSA Surabaya. Walikota Pasuruan berharap, kerjasama yang digagas secara singkat ini dapat berhasil dengan baik. Gubernur Provinsi Jawa Timur Periode 2009-2019 ini juga berharap, kerjasama dengan UINSA dapat menjadi kerjasama yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. 
Dijelaskan Walikota, bahwa Kota Pasuruan merupakan kota kecil dengan 4 Kecamatan dan 34 Kelurahan. “Yang punya sumber daya, tapi juga punya masalah-masalah yang perlu diatasi,” ujar Drs. Syaifullah. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa Kota Pasuruan salah satunya memiliki potensi wisata religi. Hal inilah yang nantinya akan dikembangkan menuju konsep ‘Kota Madinah.’ Kota yang maju ekonominya, indah kotanya, dan harmoni warganya (Madinah).
Kerjasama pada kesempatan perdana ini, menurut Walikota Pasuruan, meliputi dua wilayah kajian. Yakni pemanfaatan eks kantor PBNU sebagai pusat literasi digital serta pemanfaatan lahan P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia). “Dua ini yang nanti perlu bantuan untuk kita dalami dalam bentuk kajian yang nanti kita pasrahkan kepada teman-teman yang ditunjuk oleh Pak Rektor,” tegas Walikota yang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut.


Melalui MoU dan PKS dengan UINSA Surabaya ini, Walikota Pasuruan berharap, dapat mendukung pengembangan wisata religi yang terintegrasi. Termasuk menjadi salah satu pendekatan inovatif untuk meningkatkan pembangunan daerah dan pelayanan publik yang berkualitas. “Serta meningkatkan nilai efektifitas dan efisiensi dalam pembangunan daerah,” ujar Drs. Syaifullah.
Dalam kesempatan ini, Walikota Pasuruan juga meminta kepada segenap kepala perangkat daerah terkait agar dapat meningkatkan intensitas perjanjian kerjasama sesuai dengan peraturan Per-Undang-Undangan yang berlaku. Selanjutnya juga berkontribusi aktif dalam memberikan inovasi baru guna mendukung percepatan peningkatan pembangunan Kota Pasuruan secara berkelanjutan. “Sehingga dapat meningkatkan perekonomian yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan,” tukas Drs. Syaifullah.
“Gampangan-nya itu saya ingin membikin ‘Kota Manasik.’ Saya ingin di alun-alun itu bernuansa Madinah. Karena disana Ada makam Yai Hamid, di Madinah ada makam Rasulullah. Disini makam pewarisnya,” terang Drs. Syaifullah. Selanjutnya, lahan P3GI kedepan akan didesain bernuasa Makkah, dengan Masjid Replika Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Replika Ka’bah. Kemudian akan ada rest area yang didesain bernuansa Arafah. “Ini adalah mimpi kita yang diterjemahkan oleh arsitek. Nah, sekarang kita mohon pengkajiannya,” tukas Drs. Syaifullah. (All/Humas)