News

WORKSHOP PENYAMAAN PERSEPSI ZONA INTEGRITAS (ZI) FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

WORKSHOP PENYAMAAN PERSEPSI ZONA INTEGRITAS (ZI) FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Press Release

WORKSHOP PENYAMAAN PERSEPSI ZONA INTEGRITAS (ZI)

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Setiap unit penyelenggara negara, wajib menjunjung tinggi komitmen dan integritas. Ini dimaksudkan untuk menjamin terselenggaranya layanan yang bukan hanya prima namun juga bersih dari unsur-unsur korupsi, kolusi dan nepotisme. Dengan demikian dapat diwujudkan unit-unit sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Dalam rangka mencapai cita-cita diatas, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menyelenggarakan Workshop Penyamaan Persepsi dan Penyusunan Program Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI)  Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. 

Senin-Rabu, 27-29 September 2021 telah dilaksanakan Workshop Penyamaan Persepsi Zona Integritas secara daring melalui Zoom Meeting (bagi narasumber) dan luring di GreenSA Inn Sidoarjo (bagi peserta dan panitia). Kegiatan ini melibatkan segenap pemangku kepentingan dari unsur pejabat struktural, tenaga kependidikan dan dosen. Peserta terbagi dalam 6 komponen ZI. Pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) yaitu Bu Nina Indriani, M.Pd.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. H. Ali Mas’ud, M.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini menegaskan bahwa pembangunan ZI menjadi sebuah keniscayaan bagi lembaga negara. Hal tersebut hanya dapat dicapai dengan pelibatan seluruh pihak terkait.

Guna memperoleh gambaran yang gamblang terkait hal-hal yang perlu disiapkan untuk pembangunan ZI di FTK, workshop kali ini menghadirkan tiga narasumber pakar yang berkompeten dalam penyusunan program kerja ZI, peran agen perubahan dalam pembangunan ZI. 

Hadir pada hari pertama kegiatan workshop adalah Bapak Nanang Rosidi, S. Th. I yang merupakan Analis Kebijakan pada Sekretariat Ditjen Pendidikan Islam. Dalam paparannya beliau membedah setiap poin dari enam komponen yang harus dipenuhi untuk membangun sebuah unit kerja menjadi wilayah Zona Integritas. Dalam workshop hari pertama ini narasumber juga mendampingi setiap komponen untuk identifikasi evidence yang dibutuhkan mulai dari komponen Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, hingga Penguatan Layanan Publik.  Pada hari pertama ini juga seluruh anggota tim di setiap komponen bekerja sama untuk proses pengumpulan dan pengorganisasian evidence yang dimiliki di setiap komponen.

Pemateri menjelaskan setiap indikator penilaian pada Lembar Kerja Evaluasi masing-masing komponen, kemudian peserta dipandu untuk mengisi poin-poin indikator dalam LKE tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab di masing-masing komponen.

Setelah istirahat, masing-masing komponen melanjutkan kinerja mandiri pada tiap komponen untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Tim berkoordinasi dengan sangat antusias dan ditutup dengan penyampaian progress report oleh perwakilan masing-masing komponen.

Turut hadir dalam kegiatan workshop pada hari kedua adalah Bapak Akhmad Hasymy yang merupakan Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi REformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan pada Kementerian PANRB. Beliau mengupas tentang penyusunan program kerja. Penyusunan ini merupakan hal yang penting karena program kerja menjadi acuan dari seluruh pelaksanaan kegiatan terkait manajemen, tata laksana, pengawasan dan penguatan layanan. 

Hal yang tidak kalah penting dalam pembangunan ZI adalah perlunya agen perubahan. Oleh karenanya pada hari ketiga dihadirkan Raka Pamungkas, yang merupakan Analis Kebijakan Madya, Koordinator Koordinasi dan Pemantauan, Analisis, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, Sistem Pengawasan dan Sistem Integritas di Wilayah III-1. Beliau banyak mengupas peran agen perubahan dalam pembangunan ZI. Dalam paparannya disampaikan delapan area pokok dalam manajemen perubahan. Seluruh peserta nampak antusias terkait materi agen perubahan ini utamanya terkait penetapan serta kontribusinya terhadap perubahan pada unit kerja. Pencapaian progress hasil mencapai 68%. Acara ditutup dengan arahan dekan dan doa.