News

Berlangsung Secara Hibrid, Hari Pertama Seminar MD Talks 4.0 Hadirkan Owner Mafia Gedang

Berlangsung Secara Hibrid, Hari Pertama Seminar MD Talks 4.0 Hadirkan Owner Mafia Gedang

Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Manajemen Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel(UINSA) mengadakan seminar berjudul “MD Talks 4.0” yang berlangsung selama dua hari, 23-24 September 2022. Hari pertama MD Talks 4.0 diselenggarakan secara offline sekaligus disiarkan melalui streaming Youtube. Mengusungtema “Upgrade Yourself and Find Your Definition of Success” Himaprodi Manajemen Dakwah menghadirkan Mas Roysang pendiri UMKM Mafia Gedang pada hari pertama penyelenggaraan MD Talks 4.0, Selas (23/09).

Acara seminar ini diawali dengan sambutan oleh Dr. Choirul Arif, S.Ag, M.Fil.I. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UINSA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan motivasi kepada para peserta seminar.“Tak perlu menunggu waktu setelah lulus untuk anda sukses, jika anda mendapatkan ide lakukanlah sekarang juga,”ungkap Pak Arif, panggilan akrab Dekan FDK.

Memasuki penyampaian materi, owner Mafia Gedang ini menceritakan lika-liku merintis usahanya. Terlahir di lingkungan yang kurang baik tak membuat ia terpengaruh dan tenggelam dalam dunia negatif. Dengan mendirikan Mafia Gedang, ia mampu membuktikan bahwa lingkungan tidak menjadi faktor penghambat untuk mencapai kesuksesan. Mulai bisnis dengan modal 110.000 rupiah dan menjual dagangannya dengan sistem titip ke warung-warung terdekat membuat dia termotivasi untuk  mampu mengantarkannya hingga ke posisi sekarang. Kini ia mampu membuka franchise hingga mencapai 270-an gerobak yang sudah tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Ia juga menyampaikan beberapa strategi memulai usaha UMKM. “Rubahlah mindesetmu, jangan mudah menyerah, rencanakan usaha yang ingin dibangun,” pesannya.

 Kak Roy juga memberikan kesempatan bertanya untuk para mahasiswa yang ingin memulai usaha. Ketika salah satu mahasiswa bertanya mengenai strategi yang digunakan untuk mempertahankan bisnisnya, pengusaha muda ini menjelaskan bahwa setiap bisnis memiliki strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi bisnisnya. Ia menceritakan penerapannya pada usaha Mafia Gedang. Kak Roy menjelaskan bahwa dalam bisnisnya ia menerapkan tiga strategi, di antaranya, membangun personal branding yang baik agar dikenal masyarakat luas, memperluas jangkauan dengan memanfaatkan media sosial sebagai ladang promosi, dan jeli dalam memilih anggota dalam tim mafia gedang.

Para mahasiswa dalam seminar kali ini diberikan pembekalan hingga pandangan untuk merintis sebuah usaha oleh Kak Roy. Para mahasiswa juga dapat mengambil motivasi dari Kak Roy agar selalu berusaha untuk memulai hal-hal baru sesuai dengan minat mereka. (Syifa’/Lisa)