News

SASTRA ANAK DAN PENTIGRAF BERSAMA REDA GAUDIAMO DAN TENGSOE TJAHJONO

SASTRA ANAK DAN PENTIGRAF BERSAMA REDA GAUDIAMO DAN TENGSOE TJAHJONO

UINSA Newsroom, Senin (23/05/2022); Prodi Sastra Indonesia Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melaksanakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa. Sastra Anak dan Pentigraf pun diusung menjadi tema kegiatan ini

Hadir selaku narasumber bidang perkembangan sastra anak, Reza Gaudiamo. Selain membicarakan dan mendiskusikan perkembangan sastra anak, mahasiswa dan seluruh peserta yang hadir baik secara daring maupun luring juga mendapatkan materi mengenai proses kreatif penulisan Pentigraf. Sebuah bentuk penulisan cerita pendek yang khas a la Tengsoe Tjahjono. 

Reda menyampaikan, bahwa penting untuk diketahui bahwa buku-buku untuk anak menduduki posisi kedua tertinggi dalam data sebuah laporan data pasar buku keliling yang dilaksanakan Patjar Merah. Hal itu menunjukkan, bahwa antusias masyarakat terhadap sastra anak cukup tinggi. “Apa yang bisa kita lakukan dengan sastra anak?” ujar Reda Gaudiamo kepada seluruh peserta sebagai pertanyaan pembuka. “Sastra anak adalah buku yang untuk dan dibaca oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa”, lanjutnya. 

Selanjutnya, pemateri kedua menyampaikan mengenai Pentigraf, sebuah bentuk cerita pendek yang pendek merupakan sebuah bentuk karya sastra yang telah ada, bukan bentuk baru. “Jika saya ditanya, mengapa saya menggunakan bentuk pentigraf ini, saya hanya berusaha mempertegas morfologi, bentuknya saja. Flashnya dimana, fiksinya dimana,” papar Tengsoe. 

“Kalau anda ingin mengenal dunia, membacalah. Kalau anda ingin dikenal dunia, menulislah,” pesan Tengsoe Tjahjono kepada seluruh peserta untuk memotivasi proses kreatif. (*Jiphie Gilia)