News

Hadirkan Kepala LPM UGM dan Ketua LPPM UNAIR, Prodi PBI UINSA Gelar Integrasi Service Learning Berbasis Riset dan PkM dalam Pembelajaran

Hadirkan Kepala LPM UGM dan Ketua LPPM UNAIR, Prodi PBI UINSA Gelar Integrasi Service Learning Berbasis Riset dan PkM dalam Pembelajaran

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan Integrasi Service Learning Berbasis Riset dan PkM dalam pembelajaran. Sejumlah guru besar, dosen, perwakilan sekolah mitra dan juga mahasiswa dihadirkan untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini mulai Jumat (13/5) hingga Sabtu (14/5). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Bapak Dr. Saiful Jazil, M.Ag dan diarahkan oleh Bapak Dr. Phil. Khoirun Ni’am selaku ketua LPPM UINSA ini menghadirkan dua narasumber luar yaitu Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D yang merupakan Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Yogyakarta pada hari pertama dan Ibu Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes yang merupakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNAIR Surabaya.

Mengeksplorasi Ragam Model Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Program Studi menjadi bahasan utama pada sesi pertema di hari pertama kegiatan dengan Prof. Irfan sebagai penyaji. Sejumlah bentuk-bentuk pengabdian yang telah beliau alami dan ketahui dibagikan kepada para peserta kegiatan dengan menyelaraskan dengan prinsip-prinsip kegiatan pengabdian yang diharapkan dan benar-benar diinginkan oleh masyarakat. “Kegiatan pengabdian harus berkelanjutan dan bersinergi untuk bisa berdampak” jelas Prof. Irfan dalam pemaparannya. Sejumlah contoh pengabdian dalam bentuk KKN beliau tampilkan sebagai wujud gabungan dari 3 dharma. Dalam salah satu paparannya, Prof Irfan menyebutkan tentang paradigma pemberdayaan untuk penyelesaian permasalahan masyarakat melalui KKN-PPM yang beliau lakukan dengan mewujudkan prinsip NÉTÉS, NITIS, NETES sebagai tahap pendampingan masyarakat.

 

Pada sesi kedua hari pertama kegiatan, peserta dibagi menjadi 2 kelompok besar yang akan menerima materi berikutnya. Kelompok pertama, dengan Ibu Dr. Siti Asmiyah, M.TESOL sebagai pemandu, mengikuti Pembahasan Panduan Integrasi Service Learning Berbasis Riset dan PkM pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan anggota diskusi para dosen, punggawa LPPM UINSA, dan juga kepala sekolah dari sekolah mitra, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya dan SMP An-Najiyyah. Sementara itu, mahasiswa dan guru mitra mengikuti bahasan tentang Pengembangan Aplikasi Media Pembelajaran yang disajikan oleh Bapak Ahsan Muafa, S.T., M.Pd dari Universitas Ma’arif Hasyim Latief.

Strategi Membangun Kemitraan dengan Komunitas meliputi tantangan dan peluangnya menjadi tajuk utama pada sesi pertama hari kedua kegiatan. Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes hadir sebagai narasumber pada tajuk kali ini. Dengan posisi beliau sebagai Ketua LPPM UNAIR Surabaya dan berbagai pengalaman yang telah berliau lakukan, topik ini menjadi basis untuk Service Learning dalam membangun kerjasama dengan mitra-mitranya. Ibu Gadis, dalam paparannya, menjelaskan juga kepada para peserta kegiatan tentang bagaimana pola pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan juga penjaminan kualitas dari program-program pengabdian masyarakat yang dilakukan sebelum kemudian beliau membahas tentang tantangan dan peluang pada kegiatan pengabdian masyarakat saat ini.

Pada sesi kedua, kembali lagi peserta dipecah menjadi dua kelompok besar dimana dosen, LPPM UINSA, dan juga kepala sekolah dari sekolah mitra mengikuti Presentasi dan Finalisasi Hasil Pneyusunan dan Review Panduan Integrasi Service Learning Berbasis Riset dan PkM pada Pembelajaran Prodi PBI sekaligus juga integrasinya pada penyusunan RPS terkait yang dipandu oleh Ibu Afida Safriyani, Ph.D. Sementara itu, guru mitra dan mahasiswa mengikuti paparan materi terkait Gamifikasi pada Pembelajaran Bahasa Inggris yang dipaparkan oleh Bapak Pratama Wirya Atmaja, S.Kom., M.Kom dari UPN Veteran Jawa Timur.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama dua hari menjadi bekal penting untuk pelaksanaan dan pengembangan Service Learning di prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Antusiasme dari peserta dan ilmu-ilmu yang dibagikan oleh narasumber menjadi titik penting dan dasar bagi keberlanjutan program serta pengembangan kerjasama prodi dengan mitra terkait pengabdian masyarakat sekaligus peningkatan inovasi pada pembelajaran.