News

Mahasiswa Peserta KKN Internasional di Belanda, kini menjadi ASN di Mahkamah Agung RI

Mahasiswa Peserta KKN Internasional di Belanda, kini menjadi ASN di Mahkamah Agung RI

Seleksi penerimaan ASN tahun 2021 kini telah memasuki babak baru, bagi pelamar  yang telah mengikuti rangkaian seleksi dan dinyatakan lulus berhak melaju ke tahap pemberkasan. Tahun 2021, Indonesia membuka kesempatan bagi putra-putri terbaiknya untuk berkarir profesional baik di instansi pusat maupun daerah, tercatat terdapat 53 kementerian dan lembaga, 33 pemerintah provinsi, serta 484 pemerintah kabupaten dan kota yang membuka lowongan untuk seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) berkoordinasi dengan institusi terkait memegang komando dalam pelaksanaan seleksi CASN baik di tingkat pusat maupun daerah, seleksi terdiri dari tiga tahap yakni seleksi administrasi, seleksi kemampuan dasar (SKD), dan seleksi kempuan bidang (SKB).

Mahkamah Agung RI dan Kejaksaan RI menjadi dua lembaga negara dengan pendaftar terbanyak berlatar pendidikan hukum, impian berkarir sebagai seorang hakim dan jaksa menarik minat para lulusan hukum untuk mendaftar pada seleksi kali ini. Puluhan ribu pendaftar  yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, hingga fresh graduate berhak mendaftar dan menjadi bagian dari Mahkamah Agung (MA). MA sendiri membuka 4 jabatan formasi yaitu, analis perkara peradilan (calon hakim), analis perencanaan evaluasi dan pelaporan, pengelolah perkara, dan pengelola barang milik negara.

Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang lulus tahun 2020 silam, Yogo Risnandri juga tampak antusias untuk mengikuti perhelatan akbar tahun ini, mengingat info tes cpns seringkali menjadi trending topic di media sosial tahun 2021. Mahasiswa yang bercita-cita ingin melanjutkan studinya ke luar negeri  ini sebelumnya juga merupakan peserta KKN Internasional 3 bulan di Belanda  tahun 2019. KKN Internasional merupakan program kerjasama pengabdian masyarakat antara Pusat Layanan Internasional UIN Sunan Ampel Surabaya dan PPME Al –Ikhlas Amsterdam, The Netherlands. Berdasarkan seleksi berbasis pengetahuan dan kemampuan bahasa asing, Yogo menjadi satu dari dua orang yang diberangkatkan ke Belanda pada tahun 2019.

Pengalaman internasional dan kepiawaiannya dalam bahasa asing juga menjadi modal utama untuk mengikuti seleksi CASN Mahkamah Agung (MA). Berbeda dengan tahun sebelumnya, khusus untuk Analis Perkara Peradilan (Calon Hakim), MA mewajibkan sertifikat TOEFL pada seleksi administrasi. Selain itu, adanya wawancara bahasa inggris pada tes kompetensi bidang menjadikan seleksi lebih kompetitif. Seleksi dilakukan secara offline serentak di seluruh Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan yang  ketat. Untuk wilayah Jawa Timur, tes SKD dilakukan di Islamic Center Surabaya, tes SKB dihelat di BKN, sedangkan Pengadilan TUN (Tata Usaha Negara) dan Pengadilan Militer Surabaya menjadi tempat terlaksananya proses wawancara oleh Hakim tingkat 1 dan hakim tinggi.

Setelah mengikuti serangkaian seleksi dalam kurun waktu enam bulan mulai Juni hingga Desember 2021, Yogo berhasil lolos dengan peringkat 88 dari 278 kuota  formasi cumlaude jabatan Analis Perkara Peradilan Mahkamah Agung RI. Peserta yang berhasil lolos nantinya harus siap ditempatkan di empat lingkungan peradilan seluruh wilayah Indonesia, khusus analis perkara peradilan diwajibkan menjalani satu tahun pertama sebagai ASN sebelum diproyeksikan untuk mengikuti pendidikan cakim (calon hakim).

Yogo saat diwawancarai mengenai persiapanya dalam seleksi ini mengungkapkan “tidak ada persiapan khusus, di waktu yang sama juga persiapan sertifikasi IELTS dan daftar-daftar beasiswa” . Lebih lanjut mengenai pengalamannya ketika dinyatakan lolos.soal MA tahun ini out of the box, soal yang keluar tidak terduga, selisih antar peserta hanya nol koma, “saya berkeyakinan ini berkat do’a orang tua dan berkah para guru dan dosen saya”.

“Alhamdulillah, Allah bukakan jalan saya untuk mengabdi lewat Mahkamah Agung, ini amanah besar yang harus dijalani penuh dedikasi” pungkas pemegang gelar wisudawan terbaik akademik dan non-akademik  UINSA tahun 2020 ini.